Skripsi
Survei tingkat kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) atlet bolabasket klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek tahun 2009 / Iwan Adi Surya
Abstrak
ABSTRAK Surya Iwan A. 2009. Survei Tingkat Kapasitas Oksigen Maksimal (VO2 Maks) Atlet Bola Basket Klub Tunas Harapan K-U18 Kabupaten Trenggalek tahun 2009. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Supriyadi M Kes (II) Dra. Sulistyorini M Pd. Kata kunci survei Tingkat Kapasitas Aerobik Maksimal (VO2 maks) bolabasket Tim bolabasket klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek terdiri dari Tim putra sebanyak 16 atlet di bawah naungan PERBASI (Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia) KabupatenTrenggalek. Pemain tim bolabasket klub Tunas Harapan adalah atlet-atlet muda dengan usia KU-18 yang berasal dari seluruh kabupaten Trenggalek melalui proses seleksi. Tim ini dibentuk untuk mengikuti Kejuaraan antar daerah (KEJURDA) yang diadakan propinsi jawa timur. PERBASI KabupatenTrenggalek mencanangkan target tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek dapat mendulang keberhasilan dan seburuk-buruknya mendapat prestasi lebih baik dari tahun sebelumnya.Tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 sebenarnya mempunyai kualitas skill yang baik dan PERBASI Kabupaten Trenggalek saat itu juga mencanangkan target mendapatkan emas tetapi sayang target tersebut tidak terpenuhi. Dan berdasarkan wawancara dengan pelatih tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 peneliti menyimpulkan tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 secara skill permainan bagus tetapi faktor fisik yang kurang mendukung menyebabkan kelelahan pada saat kelelahan skill yang sebenarnya bagus akhirnya tidak bisa keluar. Dari uraian di atas akan pentingnya kondisi fisik dan dari pengalaman tim bolabasket putra klub Tunas Harapan Tahun 2008 peneliti ingin mengetahui dan mendiskripsikan tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek Tahun 2009. Sehingga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) dari atlet-atlet bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek Tahun 2009 agar kesalahan tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2008 tidak diulang kembali oleh tim bolabasket putra klub Tunas Harapan tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 tahun 2009. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) dalam penelitian ini berupa instrumen tes lari multistage dimana hasil data yang didapat adalah berupa prediksi VO2 maks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subyek penelitian adalah semua pemain tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 yang berjumlah 16 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data dari tes lari multistage berupa level dan shuttle yang dikonversikan ke dalam tabel prediksi VO2 maks. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rata-rata hitung dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 pemain terdapat dapat diketahui bahwa terdapat 1 atlet (6.25 %) dengan kategori baik sekali 14 atlet (87.50%) dengan kategori baik 1 atlet (6.25%) dengan kategori sedang. Dari data tersebut hasil rata- rata pemain tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 VO2 maks atlet adalah 47.8 ml/kg/mnt. Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan i bahwa rata-rata tingkat aerobik maksimal tim bolabasket putra kslub Tunas Harapan KU-18 pada tahun 2009 masuk dalam kategori baik. Peneliti mengharapkan agar pelatih tim bolabasket putra klub Tunas Harapan KU-18 Kabupaten Trenggalek lebih memperhatikan tentang peningkatan kapasitas aerobik maksimal (VO2 maks) pemain dalam program latihan yang disusunnya.