UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pemodelan keberadaan tanah berongga dengan menggunakan metode geolistrik (penelitian laboratorium) / Irlia Risandila Daristan

Daristan, Irlia Risandila - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Daristan Irlia Risandila. 2009. Pemodelan Keberadaan Tanah Berongga Dengan Menggunakan Metode Geolistrik (Penelitian Laboratorium). Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Burhan Indriawan S.Si. M.Si. (II) Daeng Achmad Suaidi S.Si M.Kom. Kata kunci Geolistrik Resistivitas konfigurasi Schlumberger Sounding Mapping Rongga. Metode geolistrik tahanan jenis adalah salah satu metode geofisika yang memanfaatkan distribusi resistivitas untuk mengetahui struktur geologi di bawah permukaan bumi. Metode ini banyak digunakan untuk pencarian air tanah monitoring pencemaran air tanah eksplorasi geothermal aplikasi geoteknik dan penyelidikan di bidang arkeologi. Penelitian geolistrik menggunakan pemodelan di laboratorium dengan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger Sounding-Mapping dimaksudkan untuk menguji metode geolistrik dalam penerapannya di bidang geoteknik yaitu mempelajari pola anomali akibat adanya rongga dalam tanah. Dimana benda berongga yang digunakan berbentuk silinder terbuat dari semen cor sebagai analogi dari rongga dalam tanah. Konfigurasi elektroda yang digunakan dalam pengukuran adalah konfigurasi Schlumberger Sounding-Mapping. Pengolahan dan interpretasi data menggunakan software Res2Dinv ver 3.54x untuk mengetahui pencitraan penampang anomali. Dari hasil interpretasi menunjukkan bahwa distribusi nilai resistivitas semu yang terukur dapat memperkirakan keberadaan rongga di dalam tanah. Pada analisis data resistivitas pasir setelah adanya benda berongga yang ditanam pada posisi 0o terhadap lintasan pengukuran terlihat sebaran nilai resistivitas antara 837 937 m sampai 99694 937 m. Pola anomali akibat rongga ditunjukkan dengan warna biru tua berada pada skala horizontal yang berkisar antara 0 775-0 975 m dan pada skala vertikal yang berkisar antara 0 093-0 240 m. Dari perhitungan skala tersebut didapatkan posisi anomali tersebut berada pada skala 0 093 yang berarti pada kedalaman sekitar 0 093 m. sedangkan pada analisis data resistivitas pasir setelah adanya benda berongga yang ditanam pada posisi 90o terhadap lintasan pengukuran terlihat sebaran nilai resistivitas antara 172 937 m sampai 1776348 937 m. Pola anomali akibat rongga ditunjukkan dengan warna biru tua berada pada skala horizontal yang berkisar antara 1 025-1 275 m dan pada skala vertikal yang berkisar antara 0 126-0 289 m. Dari perhitungan skala tersebut didapatkan posisi anomali tersebut berada pada skala 0 126 yang berarti pada kedalaman sekitar 0 126 m. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai resistivitas yang terukur dapat memprediksikan letak rongga dalam tanah. Jadi melalui penelitian ini diharapkan memberi informasi ke masyarakat tentang struktur geologi bumi.


Informasi Detail
DDC
Rs 551.305 DAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika, 2009.
Deskripsi Fisik
ix, 95 lembar : il., ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03015/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. TANAH BERONGGA
2. GEOLISTRIK

Pembimbing
1. Burhan Indriawan 2. Daeng Ahmad Suaidi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik