Skripsi
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan (studi pada perawat dan bidan UPT Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan) / Dhading Yan Uttoyo
Abstrak
ABSTRAK Uttoyo D.Y. 2009. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karywan UPT Puskesmas Glagah Lamongan). Skripsi Jurusan Manajemen Program Studi S1 Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR.Sopiah M.Pd. M.M (II) Elfia Nora S.E. M.Si Kata Kunci Gaya Kepemimpinan Otoriter Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya Kepemimpinan Bebas dan Kinerja Kemajuan suatu organisasi akan terjaga dengan baik jika ada campur tangan seorang pemimpin yang benar-benar mampu mempengaruhi bawahan (karyawannya) untuk mencapai tujuan organisasi dengan lebih baik. Pengelolaan gaya kepemimpinan oleh seorang pemimpin merupakan satu teknik tepat yang dilakukan setiap jasa pelayanan kesehatan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia supaya dapat menghasilkan kinerja yang optimal dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kondisi gaya kepemimpinan (otoriter demokratis dan bebas) pada UPT Puskesmas Glagah Lamongan (2) Kondisi kinerja karyawan (karyawan) UPT Puskesmas Glagah Lamongan (3) Pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan (otoriter demokratis dan bebas) secara parsial terhadap kinerja karyawan UPT Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan (4) Mengetahui pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan (otoriter demokratis dan bebas) secara simultan terhadap kinerja karyawan UPT Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan (5) Variabel yang dominan mempengaruhi kinerja karyawan UPT Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory yang menyoroti hubungan antar variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun 1995 5). Penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu variabel bebas kesatu (X1) gaya kepemimpinan otoriter variabel bebas kedua (X2) gaya kepemimpinan demokratis variabel bebas ketiga (X3) gaya kepemimpinan bebas dan variabel terikat (Y) kinerja. Dalam penelitian ini jumlah populasi sebanyak 40 karyawan (perawat dan bidan) UPT Puskesmas Glagah dan jumlah sampel yang diambil untuk mewakili populasi berdasarkan rumus Slovin adalah sebanyak 36 karyawan. Pengambilan data penelitian dilakukan melalui angket wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (regresi berganda) dengan aplikasi program SPSS 12 for windows. Hasil penelitian adalah (1) Ada pengaruh positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan otoriter (X1) terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0 045 dibandingkan dengan taraf signifikansi ( 945 0 05) dan nilai Unstandardized Coefficient B 0 376 (positif) (2) Ada pengaruh positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis (X2) terhadap kinerja (Y) nilai signifikansi sebesar 0 001 dibandingkan dengan taraf signifikansi ( 945 0 05) dan nilai Unstandardized Coefficient B 0 697 (positif) (3) Ada pengaruh positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan bebas (X3) terhadap kinerja (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0 012 dan nilai Unstandardized Coefficient B 0 494 (positif) (4) ada pengaruh positif yang signifikan dari gaya kepemimpinan otoriter gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan bebas secara simultan terhadap kinerja dengan nilai signifikansi F sebesar 0 000 l dan nilai R 0 816 (positif) (5) SE X2 0 6042 36 46% menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis (X2) lebih dominan mempengaruhi kinerja (Y). Saran yang dapat diberikan atas hasil penelitian tersebut adalah (1) Bagi pimpinan UPT Puskesmas Glagah Pimpinan diharapkan mampu memadupadankan gaya kepemimpinan. Maksudnya pimpinan mampu mengkolaborasi dari gaya kepemimpinan yang ada sesuai dengan kondisi pada organisasi UPT Puskesmas Glagah Lamongan. Dapat dicontohkan perilaku tegas pemimpin dalam kelembutan atau lembut dalam ketegasan. Tidak selamanya perilaku lembut menimbukan kesenangan.(2) Bagi peneliti lain di masa mendatang (a) Peneliti menyarankan dalam penelitian selanjutnya agar obyek penelitian yang diambil lebih bervariasi misalnya organisasi non pemerintah (swasta) (b) Disarankan untuk menambah jumlah variabel penelitian misalnya ability motivasi attitude dan job design dihubungkan dengan kinerja yang berpengaruh sekitar 37 2%.