Skripsi
Penerapan pembelajaran model siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan prestasi belajar IPA siswa di kelas X SMKN 4 Malang pada materi ekosistem / Anis Kurniawan
Abstrak
ABSTRAK Kurniawan A. 2009. Penerapan Pembelajaran Model Siklus Belajar (Learning Cycle) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Ilmiah dan Prestasi Belajar IPA Siswa di Kelas X SMKN 4 Malang pada Materi Ekosistem. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Susetyoadi Setjo M.Pd (II) Drs. H. Fathurrachman M.S Kata kunci Siklus belajar keterampilan proses prestasi belajar. Kemampuan akademik siswa di kelas pada umumnya heterogen. Kondisi seperti ini merupakan suatu kesulitan tersendiri bagi seorang guru terutama dalam pengelolaan kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk mampu mengatasi hal tersebut melalui penentuan dan penerapan suatu metode dengan tepat. Kegiatan pembelajaran kini harus mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada penyesuaian guru terhadap kebutuhan siswa sehingga siswa dapat lebih aktif kreatif dan merasa senang dalam lingkungan belajarnya. Hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi serta melakukan pengamatan langsung pembelajaran di kelas pada SMKN 4 Malang khususnya kelas X PsG-i pada pembelajaran IPA ditemukan beberapa permasalahan di antaranya adalah 1) siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar 2) pengetahuan yang didapat siswa sebagian besar adalah bentukan guru sehingga ketika guru bertanya ulang mengenai konsep tertentu siswa cenderung tidak dapat menjawab dengan benar 3) rata-rata kriteria keterampilan proses yang dimiliki siswa dalam belajar adalah kurang baik (KB) dengan persentase antara 25-49% sehingga siswa cenderung sulit untuk menyelesaikan permasalahan sendiri 4) siswa yang tuntas belajar pada kelas tersebut belum mencapai 75% sehingga kelas dinyatakan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk mengatasi adanya masalah dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut perlu adanya perbaikan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dianggap sesuai oleh peneliti untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah siklus belajar (learning cycle). Siklus belajar terdiri dari empat fase yaitu eksplorasi eksplanasi ekspansi dan evaluasi. Menurut Sunal (1985 dalam Fuad 2004 21) siklus belajar merupakan kerangka filosofi dalam pembelajaran IPA berdasarkan atas filosofi konseptual. Filosofi ini menyajikan strategi yang melibatkan pengalaman penafsiran dan pengembangan model. Suatu siklus belajar adalah cara berpikir atau bertindak yang konsisten dengan bagaimana siswa belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 28 Maret sampai 29 April 2009. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X Persiapan Grafika-i (PsG-i) SMKN 4 Malang yang berjumlah 39 siswa tetapi dalam pelaksanaan penelitian hanya 38 siswa yang datanya dapat dianalisis dan disimpulkan yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model siklus belajar (learning cycle) dapat meningkatkan keterampilan proses ilmiah dan prestasi belajar IPA siswa di kelas X SMKN 4 Malang. Peningkatan keterampilan proses ilmiah siswa didasarkan pada meningkatnya jumlah siswa yang memiliki keterampilan proses dengan kriteria baik (B) dari siklus I ke siklus II di mana pada siklus I sebanyak 11 siswa (28 95%) dan pada siklus II sebanyak 22 siswa (57 89%). Meningkatnya prestasi belajar IPA siswa didasarkan pada peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar dan rata-rata skor prestasi belajar dari siklus I ke siklus II di mana pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 31 siswa (81 57%) dengan rata-rata skor prestasi belajar sebesar 72 61 dan pada siklus II sebanyak 37 siswa (97 37%) dengan rata-rata skor prestasi belajar sebesar 77 20. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka peneliti dapat memberikan saran yaitu 1) bagi guru bidang studi disarankan untuk menerapkan model pembelajaran ini pada materi dengan karakteristik yang sesuai 2) bagi peneliti lain yang ingin menerapkan model pembelajaran yang sama hendaknya tahapan metode yang digunakan haruslah dilaksanakan dengan tahapan yang benar dan sesuai dan 3) para peneliti lain yang ingin menggunakan model pembelajaran yang sama hendaknya juga meneliti aspek lain selain aspek kognitif pada prestasi belajar siswa.