Skripsi
Pelaksanaan tata tertib sistem skoring dalam peningkatan disiplin siswa di SMP Negeri 20 Malang / Siti Nurhayati
Abstrak
ABSTRAK Nurhayati Siti.2009. Pelaksananaan Tata Tertib Sistem Skoring dalam Peningkatan Disiplin Siswa di SMP Negeri 20 Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Suparlan M.Si (II) Rusdianto Umar SH M.Hum. Kata Kunci Tata tertib sistem skoring disiplin siswa. Dalam pembentukan pembinaan dan pengembangan kedisiplinan setiap sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bersifat formal negeri maupun swasta perlu mempunyai aturan atau tata tertib. Hal ini dikarenakan peranan tata tertib di sekolah adalah mengatur kehidupan para pelajar baik yang bersifat kurikuler maupun ekstra kurikuler. Dalam kenyataan sehari-hari masih banyak diantara para pelajar yang melanggar tata tertib sekolah. maka perlu membuat strategi untuk mengurangi jumlah pelanggaran serta dapat mengukur jenis pelanggarannya dan strategi ini menggunakan sistem skoring di sekolah. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang tujuan diberlakukannya tata tertib sistem skoring di SMP Negeri 20 Malang bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 20 Malang upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 20 Malang dari hasil pelaksanaan tata tertib sistem skoring dalam peningkatan disiplin siswa di SMP Negeri 20 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitataif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah dari buku artikel dan hasil wawancara dengan pihak yang bertangung jawab menangani tata tertib siswa kelas VII VIII IX di SMP Negeri 20 Malang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang dilakukan peneliti adalah koleksi data display data serta mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tujuan diberlakukannya tata tertib sistem skoring di SMP Negeri 20 Malang adalah (a) bisa membantu guru untuk mengetahui bagaimana perilaku anak itu di kelas (b) mengetahui jumlah point pelanggaran yang diperoleh siswa (c) orang tua lebih bisa mengetahui bagaimana perilaku anaknya di sekolah (d) menjadikan siswa lebih patuh pada tata tertib yang ada (e) menjadikan siswa berdisiplin tinggi (2) Bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 20 Malang yang biasa dilakukan oleh siswa adalah meliputi bentuk kelakuan bentuk kerapian dan bentuk kerajinan. Adapun faktor yang menyebabkan pelanggaran siswa antara lain masalah keluarga faktor teman sebaya adanya pengaruh dari media massa serta adanya faktor lain yang yang bisa datang dari dalam dirinya sendiri (3) upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 20 Malang adalah dengan cara benar-benar menerapkan tata tertib sekolah yang ada memberi point/skor sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh siswa serta juga penanaman sikap dan perilaku melalui MOSIBA selain itu di sekolah juga diadakan SIDAK dalam rangka disiplin pada diri siswa sampai dengan penerapan sanksi yang tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran (4) hasil pelaksanaan tata tertib sistem skoring dalam peningkatan disiplin siswa di SMP Negeri 20 Malang dapat dilihat dari jumlah penurunan angka pelanggaran dari tahun ke tahun semakin menurun yaitu mulai diberlakukannya pelaksanaan tata tertib sistem skoring dari tahun 2003-2009. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar pendidik dan orang tua dapat menjalin kerjasama dalam memberikan contoh dan membimbing siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dan mentaati peraturan yang ada di sekolah dengan sadar dan bertanggung jawab.