Skripsi
Penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan fungsional (KF) di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kec. Dau Kab. Malang / Mokhamad Irwan
Abstrak
ABSTRAK Irwan Mokhamad. 2007. Penyelenggaraan Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhadjir Effendy M.Ap (2) Drs. H. Imam Hambali M.pd. Kata Kunci Penyelenggaraan Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional. Dengan kemajuan teknologi dan informasi serta di tengah maraknya issu global yang meyerbu Indonesia negeri ini masih dihadapkan pada permasalahan buta huruf yang relatif tinggi. Untuk menghapuskan masyarakat buta aksara tersebut diselenggarakan pendidikan keaksaraan yaitu pendidikan yang diselenggarakan bagi anggota masyarakat yang buta aksara sehingga menjadi melek aksara dan angka melek bahasa Indonesia dan melek pengetahuan dasar sebagai bekal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Pendidikan keaksaraan ini dilakukan melalui satuan kelompok belajar keaksaraan fungsional. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendiskripsikan secara mendalam mengenai penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan fungsional di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kec. Dau Kab Malang (2) Untuk mengetahui tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelompok belajar keaksaraan fungsional (3) Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan program keaksaraan fungsional di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang mendeskripsikan atau membuat gambaran secara sistematis tentang fakta-fakta yang ada dalam penelitian ini. Obyek penelitian ini adalah warga belajar dan tutor keaksaraan fungsional di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang dan informan lain yaitu lembaga pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (LPM UM) Hasil penelitian tentang penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan fungsional di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang ini adalah dinilai sudah menerapkan prinsip-prinsip utama keaksaraan fungsional diantara konteks lokal desain lokal proses partisipatif. Dalam menerapkan prinsip utama keaksaraan yaitu dengan memperhatikan proses partisipatif kegiatan sosialaisasi program dilakukan dengan mendatangi jamaah tahlil ibu-ibu Jum at sore dan mendatangi jama ah tahlil bapak-bapak pada waktu malam Senin. Dalam prosedur umum perencanaan pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar sistem pembelajaran yang dilaksanakan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa serta menggunakan pendekatan konsep pembelajaran orang dewasa (andragogi). Hambatan didalam pelaksanaan program pendidikan keaksaraan fungsional adalah banyak warga belajar yang mutus di tengah jalan. Hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran membaca adalah masyarakat sebagai warga belajar kebanyakan kesulitan mengatakan dengan bahasa Indonesia karena bahasa komunikasi sehari-hari dengan bahasa Jawa hambatan dalam pembelajaran menulis adalah terdapat beberapa warga belajar apabila didekte menulis dalam mengarang masih menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa warga belajar ada yang masih menggunakan ejaan lama masih terdapat kekurangan sedikit pada penulisan kata-kata tertentu seperti menulis sepuluh kurang nulis (h) nya saja. Sedang hambatan dalam proses pembelajaran berhitung ada beberapa warga belajar kelompok belajar tingkat lanjut kesulitan dalam hal pembagian. Saran yang dapat diberikan adalah 1. Bagi Pendidikan Luar Sekolah Hendaknya ada program tahap lanjut sebagai program tindak lanjut yang di selenggarakan di Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau untuk mencegah masyarakat buta huruf kembali. Selain itu. Perlu program pendampingan berkelanjutan terhadap warga belajar yang telah menjadi sasaran program agar menjadi masyarakat yang bebas buta aksara latin dan bahasa Indonesia Warga belajar keaksaraan fungsional perlu diberikan insentif karena pengabdiannya untuk mensukseskan program tersebut. 2. Bagi pengelola keaksaraan fungsional. Bagi pengelola program keaksaraan fungsional perlu adanya program pelatihan dan pembekalan yang terintegrasi bagi tutor program yang diterjunkan di lapangan. Disamping itu perlu dibentuk sebuah forum warga belajar yang bertujuan menjalin kerja sama (silaturami) selain itu juga dapat dijadikan sarana pembinaan dan pengawasan.