Skripsi
Pengembangan inventori multiple intelligences berbasis komputer dengan menggunakan software bagi siswa SMA / Nora Elfira
Abstrak
ABSTRAK Elfia Nora. 2009. Pengembangan Inventori Multiple Intelligences Berbasis Komputer dengan Menggunakan Software bagi Siswa SMA. Skirpsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs Widada M.Si (2) Drs. Hariadi Kusumo. Kata Kunci pengembangan inventori multiple intelligences software Informasi mengenai kecerdasan ganda (multiple intelligences)yang dimiliki siswa sangat diperlukan bagi konselor untuk mengetahui potensi keberhasilan siswa di masa yang akan datang. Kecerdasan ganda yang dimiliki setiap siswa dapat diketahui dengan menggunakan inventori multiple intelligences. Selama ini inventori multiple intelligences berbentuk instrumen yang cara pengerjaannya dilakukan secara manual. Tentunya hal ini akan membutuhkan waktu yang relatif lama dalam penggunaannya oleh karena itu diperlukan inventori multiple intelligences berbasis komputer dengan menggunakan software bagi siswa SMA adalah untuk membantu kinerja konselor dalam mengumpulkan data siswa sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan efisien Tujuan dikembangkannya inventori multiple intelligences berbasis komputer dengan menggunakan software bagi siswa SMA adalah untuk menghasilkan seperangkat inventori multiple intelligences yang memiliki validitas yang tinggi dan memiliki reliabilitas yang tinggi serta system pengadministrasian yang praktis karena berbasis komputer. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian pengembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah 377 orang siswa dari kelas XI. Teknik sampling yang digunakan dalam cluster random sampling dan didapatkan 123 orang siswa yang diguakan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui uji uji lapangan awal dan uji lapangan utama.. Untuk uji lapangan awal dilakukan kepada sekelompok siswa ahli multiple intelligence ahli bimbingan dan konseling ahli media sofware dan konselor. Sedangkan untuk uji lapangan utama dilakukan kepada sekelompok siswa SMA kelas XI. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah mengetahui koefisien korelasi product moment validitas reliabilitas keterbacaan dan penormaan. Berdasarkan hasil uji lapangan awal terhadap sekelompok siswa didapatkan 66 butir pernyataan yang valid dan 14 item yang tidak valid yang harus diperbaiki. Hasil uji ahli multiple intelligences dan ahli media berbasis teknologi informasi dapat disimpulkan bahwa inventori multiple intelligences telah memiliki content validity khususnya logic validity dan face validity. Berdasarkan hasil uji lapangan utama dapat disimpulkan bahwa seluruh item inventori multiple intelligences telah memiliki kualitas yang tinggi. Nilai koefisien reliabilitas masing-masing aspek kecerdasan meskipun tidak tinggi (paling rendah sebesar 0 421 dan yang paling tinggi sebesar 0 737) namun dianggap cukup memuaskan. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan konselor agar dapat memanfaatkan hasil penelitian berupa pengembangan inventori multiple intelligences berbasis komputer bagi siswa SMA sebagai instrumen pengumpul i data untuk mengungkap aspek-aspek yang dimiliki siswa. Selain itu disarankan agar konselor dapat memanfaatkan hasil penelitian berupa pengembangan inventori multiple intelligences berbasis komputer bagi siswa SMA untuk membantu siswa dalam menyalurkan dan mengembangkan aspek-aspek kecerdasan ganda (multiple intelligence) yang dimiliki siswa. Bagi penelitian selanjutnya hendaknya dapat menindaklanjuti penelitian ini dengan cara mencari bukti validitas inventory multiple intelligences dengan menggunakan konsep validasi lain seperti uji validitas dengan pendekatan eksternal misalnya validitas berdasarkan kriteria seperti validitas prediktif dan validitas konkuren. Sedangkan mengenai hasil uji reliabilitas disarankan untuk ditingkatkan dengan cara menambah jumlah item soal. Selain itu perlu melakukan uji lapangan dengan populasi yang lebih bervariasi sehingga inventori multiple intelligences ini dapat digunakan secara lebih luas.