Tugas Akhir
Kontrol temperatur rice cooker berbasis mikrokontroler at mega 16 / Dwi Hadi Yusanto
Abstrak
ABSTRAK Hadi Yusanto Dwi. 2009. Kontrol Temperatur Rice Cooker Berbasis Mikrokontroler AT Mega 16. Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwasono M.T. (II) Drs. Puger Honggowiyono M.T. Kata Kunci Rice Cooker Sensor Suhu Keypad LCD Kemajuan teknologi di dunia semakin tahun semakin cepat dan berkembang dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin berkembang maka banyak tercipta peralatan elektronik yang bekerja secara otomatis kemajuan tersebut juga merambat pada peralatan rumah tangga Sebelum ada perkembangan teknologi pada peralatan rumah tangga masih banyak yang bersifat tradisional dan manual. Pada dasarnya peralatan tersebut masih sangat merepotkan dikarenakan belum menggunakan listrik atau rangkaian elektronik tetapi dengan terkena imbas dari kemajuan teknologi peralatan rumah tangga sekarang ini sudah mengalami kemajuan. Kemajuan yang ada pada peralatan rumah tangga baru saat ini membantu ibu-ibu rumah tangga dalam memasak sebagai contoh terciptanya peralatan seperti rice cooker microwave dispenser blender mixer dan lain-lain. Tetapi pada peralatan tersebut belum dilengkapi oleh pengontrol suhu pengontrol putaran pengontrol tekanan. Seperti halnya pada rice cooker alat tersebut bisa menanak nasi dan menghangatkan nasi tetapi alat ini bekerja terus-menerus sehingga menyebabkan nasi menjadi kering dan tidak layak konsumsi. Alat kontrol temperatur rice cooker berbasis mikrokontroler AT Mega 16 ini tersusun dari beberapa komponen yaitu (1) Keypad 3x4 berfungsi untuk memberi masukan berapa suhu yang diiginkan dan tombol tertentu sebagai instruksi memulai suatu perintah (2) Sensor suhu LM-35 sebagai perasa temperatur yang dihasilkan oleh elemen pemanas yang ada pada rice cooker (3) Pengkondisi Sinyal non-inverting berfungsi untuk menguatkan tegangan keluaran dari sensor (4) Mikrokontroler AT Mega 16 berfungsi sebagai pusat kendali utama yang mengkoordinasikan seluruh perangkat input dan output pada sistem. (5) Relay berfungsi sebagai driver untuk menghubungkan tegangan AC dan DC (6) LCD M1632 berfungsi sebagai penampil karakter huruf dan angka untuk mempermudah pengoprasian alat. Dari hasil pengujian dan analisis diperoleh kesimpulan yaitu (1) Keypad 3x4 sudah bisa digunakan dengan baik sebagai instruksi masukan suhu. (2) Sensor suhu LM-35 menjadi input dari sistem ini telah sesuai dengan perancangan dan sudah bisa merasakan berapa besar suhu yang ada di sekitar sensor. (3) Pengkondisi Sinyal non-inverting telah berjalan dengan baik sesuai dengan perancangan karena bisa melakukan penguatan sebesar 4 kali. (4) Mikrokontroler AT Mega 16 telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan karena sudah memadukan perangkat input dan output (5) Penggunaan modul LCD M1632 untuk menampilkan petunjuk penggunaan alat serta untuk menampilkan berapa suhu yang ada dan menampilkan keterangan yang ada pada alat dapat berjalan sesuai yang diharapkan. (6) Dengan mengamati hasil pengujian tiap bagian maupun secara keeluruhan baik untuk hardware maupun software maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan yang dilakukan telah berhasil dan alat dapat bekerja sesuai yang diharapkan.