UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Pengontrol alat pemanas listrik yang dapat diprogram / Reymond Bayu Widhiarsa

Widhiarsa, Reymond Bayu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Widhiarsa Reymond Bayu. 2009. Pengontrol Alat Pemanas Listrik Yang Dapat Diprogram. Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwasono M.T. dan (II) Drs. Slamet Wibawanto M.T. Kata kunci heater sensor suhu mikrokontroler AT89S51. Kontrol otomatis saat ini memberikan peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia baik untuk rumah tangga maupun industri. Beberapa di antaranya adalah robot pengaturan suhu sebuah tangki pengaturan kelembaban udara dalam sebuah ruangan tekanan udara dalam suatu pipa tertutup yang dijaga tetap dan lain-lain. Penguasaan sistem kontrol baik dalam hal teori maupun praktek akan menghasilkan suatu sistem dengan respon yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu sistem kontrol yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah sistem kontrol pemanas. Pada umumnya masyarakat memakai oven konvensional untuk membuat roti. Oven konvensional yang dimaksud adalah oven yang terbuat dari aluminium yang menggunakan kompor minyak tanah sebagai pemanas oven. Harga minyak tanah saat ini relatif mahal yang menyebabkan produksi roti sedikit menurun. Perencanaan pengontrol alat pemanas listrik yang dapat diprogram ini menggunakan unit kontrol sistem (AT89S51) unit pendeteksi suhu (sensor suhu) unit pengkonversi analog ke digital (ADC) unit penginformasi huruf atau angka (LCD) dan unit system pemanas (oven dan heater). Sensor suhu yang digunakan adalah thermocouple. Sistem ini bekerja pada saat alat dinyalakan. Kita tentukan set point yaitu berapa suhu yang diinginkan menggunakan keypad. Kemudian mikrokontroler akan membandingkan set point dengan suhu yang dideteksi oleh sensor yang digunakan untuk mengatur PWM pada proses pemanasan elemen. Jika suhu yang dideteksi sensor kurang dari set point maka PWM bekerja terus secara penuh (99%). Jika suhu yang dideteksi sensor lebih dari set point maka mikrokontroler akan mengurangi 1 data PWM tiap 5 detik hingga suhu sensor sama dengan set point. Blower akan menyala saat suhu sensor lebih dari set point dan akan berhenti saat suhu sensor kurang dari atau sama dengan set point. Hasil dari pembacaan suhu akan ditampilkan oleh LCD. Pengujian pada unit pendeteksi suhu (Thermocouple) sensor dapat berfungsi dengan baik walaupun masih terdapat kesalahan dalam menerjemahkan suhu pemanas. Pengujian pada unit pengubah sinyal analog ke digital (ADC) mampu mengubah masukan dari sensor menjadi keluaran biner. LCD mampu menampilkan data berupa hasil pengukuran dari sensor. Operasi keseluruhan alat bekerja sesuai dengan perencanaan walaupun masih banyak kesalahan dalam pembacaan suhu pemanas. Kesimpulan dari perancangan pengontrol alat pemanas litrik yang dapat diprogram ini adalah (1) sistem ini mampu mengontrol suhu pemanas dari 70 C sampai 157 C. (2) LCD mampu menginformasikan data dari hasil pengukuran sensor.


Informasi Detail
DDC
Rp 621.3981 WID p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Teknik Elektronika, 2008.
Deskripsi Fisik
viii, 62 + [41] lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03100/KI/09
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang, 2008
Subjek
1. ALAT PEMANAS LISTRIK - PENGONTROL
Pembimbing
1. SUWASONO ; 2. SLAMET WIBAWANTO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik