Tugas Akhir
Sifat organoleptik keripik telur puyuh dengan suhu pengetiman yang berbeda / Santi Fajar Wati
Abstrak
Keripik adalah makanan ringan yang tidak mengembang. Tujuan pemilihan keripik pada penelitian ini adalah sebagai salah satu inovasi dengan bahan dasar telur puyuh. Keripik telur puyuh adalah keripik telur yang dibuat dari bahan dasar telur puyuh yang melewati proses pengetiman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan keripik telur puyuh dengan suhu pengetiman yang berbeda yaitu 60 C 75 C dan 90 C. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik keripik telur puyuh yang meliputi warna aroma dan tekstur melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Eksperimen dilakukan di Laboratorium Boga Gedung G3 Universitas Negeri Malang. Data diperoleh dari panelis agak terlatih sebanyak 20 orang secara acak. Analisis yang digunakan yaitu analisis sidik ragam dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap warna aroma dan tekstur keripik telur puyuh. Warna keripik telur puyuh pada suhu 90 C dengan rerata 3 82 yaitu berwarna kuning. Aroma keripik telur puyuh pada suhu 90 C dengan rerata 3 55 yaitu tidak amis. Tekstur keripik telur puyuh pada suhu 90 C dengan rerata 3 67 yaitu renyah. Sedangkan hasil uji hedonik diperoleh data bahwa panelis menyukai warna keripik telur puyuh dengan persentase 98 33% pada suhu pengetiman 90 C. Panelis menyukai aroma keripik telur puyuh dengan persentase 95% pada suhu pengetiman 90 C. Panelis menyukai tekstur keripik telur puyuh dengan persentase 98 33% pada suhu pengetiman 90 C. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengetiman keripik telur puyuh pada suhu 90 C berpengaruh terhadap warna keripik telur menjadi kuning aroma keripik telur tidak amis dan teksturnya renyah. Kesukaan panelis terhadap warna rasa dan aroma keripik telur puyuh adalah pada suhu pengetiman 90 C.