Skripsi
Perbandingan model pembelajaran STAD dengan jigsaw dalam materi struktur atom pada lesson study di kelas X MAN 3 Malang semester gasal tahun ajaran 2009/2010 / Fera Indriyati
Abstrak
Pelaksanaan kurikulum KTSP pada prinsipnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi dasar di setiap jenjang pendidikan. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah meningkatkan profesionalisme guru melalui penerapan Lesson Study dan menerapkan model-model pembelajaran yang bersifat kontruktivistik seperti Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Jigsaw. Apakah masing-masing tipe akan menunjukkan hasil belajar dan persepsi yang sama bagi siswa adalah permasalahan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan Jigsaw persepsi siswa kelas X terhadap penggunaan model pembelajaran STAD dan Jigsaw serta peningkatan kinerja guru dengan menggunakan Lesson Study. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dan deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa MAN 3 Malang semester 1 tahun ajaran 2009/2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari kelas XB sebagai kelompok eksperimen 1 dan XA sebagai kelompok eksperimen 2 dan kelas XC sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen 1 dilakukan pembelajaran STAD sedangkan kelompok eksperimen 2 dilakukan strategi pembelajaran Jigsaw. Instrumen yang digunakan meliputi RPP LKS tes angket kuis dan lembar observasi. Dari uji coba soal tes hasil belajar diambil 22 butir soal valid dengan reliabilitas yang tinggi yaitu 0 788. Analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis deskriptif proses pembelajaran persepsi siswa dan kinerja guru sedangkan analisis statistik meliputi uji normalitas homogenitas kesamaan rata-rata serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan 1) Terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model STAD dengan yang diajar menggunakan model Jigsaw. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas STAD sebesar 82 20 dan kelas Jigsaw 74 00 serta thitung ttabel(thitung 3 757 ttabel 2 0017) sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas STAD lebih tinggi dibandingkan kelas Jigsaw. Terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model STAD dengan yang diajar menggunakan metode ceramah bermakna. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas STAD sebesar 82 20 dan kelas kontrol 71 60 serta thitung ttabel (thitung 3 757 ttabel 2 0017) sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas STAD lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran model Jigsaw dengan yang diajar menggunakan metode konvensional. Hal ini terlihat dari thitung ttabel(thitung 3 757 ttabel 2 0017) sehingga dapat ditarik kesimpulan rata-rata prestasi belajar siswa kelas Jigsaw sama dengan kelas kontrol 2) Persepsi siswa menunjukkan pembelajaran dengan model STAD lebih dapat diterima siswa dengan baik dari pada pembelajaran dengan model Jigsaw. Persepsi siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan 79% siswa kelas XB merespon positif sedangkan persepsi siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menunjukkan 68% siswa kelas XA merespon positif 3)Kinerja guru model (peneliti) berdasarkan observasi pada Lesson Study cenderung mengalami peningkatan setiap pertemuan yaitu dalam kelas STAD 90% 93% 94% dan 99% sedangkan kelas Jigsaw 85% 91% 96% 99%.