Skripsi
Hubungan antara fasilitas belajar, motivasi belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang / Titik Soraya
Abstrak
ABSTRAK Suroya Titik. 2009. Hubungan Antara Fasilitas Belajar Siswa Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 1 Wajak Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih M.Si (II) Drs. Nur Wahyu Rochmadi. M.Pd M.Si. Kata Kunci Fasilitas Belajar Motivasi Belajar Prestasi Belajar Fasilitas belajar dan motivasi belajar merupakan dua diantara banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui fasilitas belajar motivasi belajar dan prestasi belajar SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang serta hubungan ketiganya maka dilakukan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan kondisi fasilitas belajar siswa SMPN 1 Wajak (2) menjelaskan gambaran motivasi belajar siswa SMPN 1 Wajak (3) menjelaskan gambaran prestasi belajar PKn siswa SMPN 1 Wajak (4) menjelaskan hubungan antara fasilitas belajar siswa dengan prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa SMPN 1 Wajak (5) menjelaskan hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar (6) menjelaskan hubungan antara fasilitas belajar siswa motivasi belajar dan prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa SMPN 1 Wajak. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang tahun ajaran 2008/2009. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan fasilitas belajar siswa motivasi belajar dan prestasi belajar PKn. Analisis regresi ganda untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara fasilitas belajar siswa motivasi belajar dan prestasi belajar PKn. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Analisis persentase dari 60 siswa menunjukkan sebesar 55% dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa memiliki Fasilitas belajar sesuai dengan kebutuhan belajar. Motivasi yang dimiliki tergolong tinggi dengan persentase 63 33% dan prestasi yang dimiliki tergolong tinggi dengan persentase sebesar 75% berada pada kriteria baik. Analisis linier ganda menggunakan taraf 5% diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara fasilitas belajar siswa motivasi belajar dan prestasi belajar mata pelajaran PKn dengan nilai F-hitung 50 784 nilai koefisien regresi 0 126. Disimpulkan bahwa variabel X1 dan variabel X2 berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan temuan penelitian di atas dikemukkan saran sebagai berikut (1) beberapa pendidik atau guru hendaknya dapat meningkatkan lagi pemberian motivasi belajar agar siswa lebih semangat dalam belajar yaitu dengan cara menggunakan metode belajar yang bervariasi dan lain-lain sehingga prestasi yang dicapai oleh siswa akan lebih baik (2) orang tua hendaknya melakukan pemantauan belajar dan tidak menyerahkan masalah pendidikan pada sekolah sepenuhnya dan lebih memperhatikan kebutuhan akan fasilitas belajar siswa yang dimiliki untuk menunjang proses belajar sehingga akan terdapat kesamaan tujuan sekolah dan keluarga dalam mendukung prestasi siswa (3) siswa hendaknya selalu memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia dengan sebaik-baiknya meningkatkan kesadaran dan pentingnya belajar dengan jalan aktif dan selalu menumbuhkan serta memelihara motivasi belajar tersebut agar motivasi tersebut tetap tinggi dan bahkan ditingkatkan lagi (4) untuk penelitian selanjutnya lebih menvariasikan variabel yang diteliti seperti menambah variabel penilaian ekstern dan intern bagi guru kebiasaan belajar cara mendidik orang tua dan variabel lain yang lebih komplek dan luas sehingga hasilnya akan dapat lebih menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar.