Skripsi
Optimasi kadar campuran poly aluminium chlorida (PAC) dan kapur tohor (CaO) dalam penjernihan air kali Porong Sidoarjo untuk keperluan air bersih / Yudistya Indra Wardhana
Abstrak
ABSTRAK Wardhana Yudistya Indra. 2009. Optimasi Kadar Campuran PAC (Poly Aluminium Chloride) dan CaO (Kapur Tohor) dalam Penjernihan Air Kali Porong untuk Keperluan Air Bersih. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Subandi M. Si (II) Bambang Eddy Santoso S. ST. Kata kunci koagulasi poly aluminium chloride (PAC) kapur tohor (CaO) Air mentah yang diperoleh dari berbagai sumber jika kondisinya tidak memenuhi persyaratan standar mutu maka harus dilakukan pengolahan dan penjernihan.Untuk menjernihkan air dapat melalui penambahan koagulan. Salah satu koagulan yang digunakan adalah PAC (Poly Aluminium Chloride). PAC merupakan bentuk polimer aluminium klorida yang dapat membentuk jembatan antar partikel-partikel koloid dan tidak menjadi keruh bila pemakaiannya berlebihan. Namun penggunaan PAC harus dioptimasi karena salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses koagulasi adalah penentuan dosis yang tepat (optimal) dari bahan koagulan. Kapur tohor berfungsi sebagai pengendap kotoran-kotoran sehingga membentuk endapan mikrokristalin yang mampu menyerap koloid dan zat warna. Sementara itu air kali Porong dapat menjadi sumber alternatif pemenuhan kebutuhan bahan baku air bersih. Namun karena kali Porong digunakan sebagai tempat pembuangan limbah lumpur Lapindo maka diperlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui waktu pengendapan minimal untuk mengendapkan koloid pada air kali Porong Sidoarjo dengan menggunakan campuran PAC dan CaO (2) mengetahui konsentrasi optimum campuran PAC dan CaO untuk pengolahan air kali Porong. Penelitian ini bersifat eksperimental dan dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Penelitian ini terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah proses penyaringan air kali Porong. Tahap yang kedua adalah penentuan waktu pengendapan minimal untuk mengendapkan koloid pada air kali Porong menggunakan campuran PAC dan CaO. Tahap yang ketiga adalah penentuan konsentrasi campuran koagulan PAC dan CaO yang optimum untuk menghasilkan air yang memenuhi syarat kualitas air melalui analisa sisa kering sulfat pH p-m alkalinitas pospat kesadahan bilangan permanganat besi klorida silikat dan konduktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari ketiga jenis contoh air kali Porong Sidoarjo konsentrasi campuran PAC dan CaO sebesar 200 ppm dalam waktu pengendapan 4 menit sudah cukup menghasilkan air bersih yang jernih. (2) Konsentrasi campuran koagulan PAC dan CaO yang optimum digunakan untuk mendapatkan analisa sisa kering sulfat pH p-m alkalinity kesadahan pospat besi silikat dan conductivity yang terbaik adalah 300 ppm sedangkan konsentrasi campuran koagulan PAC dan CaO yang optimum digunakan untuk mendapatkan analisa bilangan permanganat dan klorida yang terbaik adalah 200 ppm.