Skripsi
Pembelajaran membaca permulaan melalui permainan bahasa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Nurul Burhan Lumbang Pasuruan / Wiwin Nursiswati
Abstrak
Keterampilan membaca dan menulis harus segera dikuasai oleh para siswa di SD/ MI karena keterampilan membaca dan menulis secara langsung berkaitan dengan seluruh proses belajar siswa di SD/MI. Keberhasilan belajar siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca dan menulis mereka. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/ MI dapat dicapai secara optimal jika pembelajaran yang dilaksanakan berkualitas. Siswa kelas 1 SD/ MI (usia 6 8 tahun) berada pada fase bermain. Dengan bermain anak akan merasa senang dan tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mereka. Untuk itu guru harus bisa merancang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan emosional dan sosial anak sehingga siswa tidak merasa bosan dan merasa senang dalam belajar. Pembelajaran dapat menarik dan menyenangkan apabila guru memiliki kreativitas dengan memasukkan aktivitas permainan ke dalam aktivitas belajar siswa. Membaca adalah proses aktif dari pikiran yang dilakukan oleh mata terhadap bacaan. Membaca permulaan adalah kegiatan membaca dalam taraf pengenalan bunyi huruf/ lambang bunyi. Permainan bahasa merupakan permainan untuk memperoleh kesenangan dan untuk melatih keterampilan berbahasa ( menyimak berbicara membaca dan menulis). Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif. Dipilihnya pendekatan kualitatif mengingat semua kegiatan selama proses penelitian ini mengutamakan proses dan hasil data. Jenis penelitian dalam skripsi ini berupa penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan dan refleksi. Dari penelitian diperoleh data skor rata-rata tes awal adalah 48 8% setelah tindakan I skor rata-ratanya adalah 60% dan setelah tindakan II skor rata-ratanya adalah 84 4%. Siswa sangat antusias sekali dan senang sekali dalam melakukan permainan bahasa. Siswa juga menunjukan minat terhadap pelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa penerapan permainan bahasa dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan skor rata-rata dari skor awal ke tindakan II yaitu meningkat sebanyak 72 9%.