Skripsi
Peningkatkan kemampuan berbicara melalui teknik bermain drama siswa kelas III di SDN Mendalan II Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Nelly Herawati
Abstrak
ABSTRAK Herawati Nelly. 2009. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Teknik Bermain Drama Siswa Kelas III di SDN Mendalan II KecamatanWinongan Kabupaten Pasuruan. Skripsi Program Studi S-1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. RUMIDJAN M.Pd (2) Dra. WIWIK DWI HASTUTI M.Pd. Kata Kunci Kemampuan Berbicara Aktivitas Bermain Drama Kegiatan pembelajaran di SDN Mendalan II sebagian besar siswanya masih pasif penyerapan materi pelajaranpun belum optimal dan nilai rata rata kelas masih rendah hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang nilainya dibawah standart nilai ketuntasan yang telah ditetapkan minimal mendapatkan 70 pada setiap mata pelajaran utamanya pada Pra Tindakan siswa yang mendapatkan nilai 30 (20 %) sebanyak 4 siswa yang mendapat nilai 40 (30 %) sebanyak 6 siswa 3 siswa yang mendapat nilai 50 (15 %) 2 siswa dengan nilai 60 (10 %). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dampak peningkatan aktivitas berbicara siswa kelas III di SDN Mendalan II (2) Mendeskripsikan pembelajaran drama dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III di SDN Mendalan II. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing masing siklus dilaksanakan dalam 1 hari dengan menggunakan subjek penelitian siswa kelas III SDN Mendalan II Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi dokumentasi serta wawancara. Evaluasi yang digunakan adalah tes proses. Hasil penelitian kemampuan berbicara melalui teknik bermain drama ini dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas III SDN Mendalan II Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Perolehan hasil yang meningkat dapat ditunjukkan melalui nilai skor rata rata 63 pada siklus I 72.5 pada siklus II. Pada hasil observasi penilaian kegiatan guru pada Siklus I APKG 1 skornya 50 sedangkan dalam Siklus I APKG 2 skornya 68 3 skor yang diperoleh pada APKG 1 dan 2 pada Siklus II adalah 88 5. dalam hal ini penilaian kegiatan guru mengalami peningkatan yang cukup baik dari sebelumnya. Selain mengoservasi kegiatan guru tingkat kerjasama siswa dalam kelompok juga cukup baik dengan skor 6 7. Kemampuan berbicara melalui teknik bermain drama dapat ditingkatkan dengan (1) siswa untuk menghadapi situasi yang sebenarnya (2) melatih praktek berbahasa lisan secara intensif (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya berkomunikasi (4) meningkatkan pemahaman dan kepekaan terhadap orang atau situasi yang tidak akrab bagi siswa dan (5) anak lebih berani dalam mengungkapkan pendapatnya. Dalam hal ini guru sebaiknya lebih kreatif dalam mengajar agar siswa tidak mudah jenuh dalam belajar.