Skripsi
Penerapan metode inkuiri sosial pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Manaruwi-I Bangil / Siti Khotimah
Abstrak
ABSTRAK Khotimah Siti.2009. Penerapan Metode Inkuiri Sosial pada Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Kemampuan Berpikir dan Hasil belajar Siswa Kelas VI SDN Manaruwi-I Bangil. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H.Sutarno M.Pd (2) Dra. Sri Sugiharti M.Pd Kata kunci Metode Inkuiri Sosial Aktivitas belajar Kemampuan berpikir SDN Manaruwi I Bangil adalah salah satu Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan SD imbas dari guslah IV di Kecamatan Bangil. Berdasarkan observasi di kelas VI dan wawancara terhadap guru kelas kepala sekolah dan siswa kelas VI yang dilakukan pada 27 Juli 2009 diketahui bahwa terdapat permasalahan pada pembelajaran IPS di kelas tersebut. Secara umum permasalahan tersebut dapat diidentifikasi menjadi beberapa masalah yaitu Aktivitas belajar Kemampuan berpikir dan sikap siswa terhadap mata pelajaran IPS yang dapat berimbas pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah-masalah tersebut dengan menggunakan metode inkuiri sosial melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil penerapan metode inkuiri sosial pada pembelajaran IPS apakah dapat meningkatkan aktivitas belajar kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Manaruwi-I dan mengetahui proses dan hasil penerapan metode inkuiri sosial pada mata pelajaran IPS juga dapat meningkatkan rasa senang siswa kelas VI SDN Manaruwi-I terhadap mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan mulai Juli sampai akhir Oktober 2009. Tindakan kelas dilaksanakan bulan Agustus sampai Nopember 2009. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat fase yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Manaruwi-I Bangil yang terdiri dari 19 siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri sosial pada pembelajaran IPS aktivitas belajar siswa sesuai dengan tahapan inkuiri meningkat dari 58.3% menjadi 92.8% kemampuan berpikir dari tes esai meningkat 21.31 poin hasil belajar meningkat 10.1 poin dan rasa senang siswa terhadap mata pelajaran IPS rata-rata nilai menunjukkan nilai 4 dan 5 yang berarti siswa melakukan sesuai deskriptor rasa senang pada instrumen. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada guru agar pada pembelajaran IPS hendaknya menggunakan strategi-strategi bervariasi yang dapat meningkatkan aktivitas belajar kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa serta selalu memberi kesempatan siswa untuk memunculkan gagasan-gagasan maupun pertanyaan-pertanyaan untuk memicu proses kreativitas dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa.