Skripsi
Meningkatkan kemampuan berbicara dengan pembelajaran kooperatif model struktural pada siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan / Muhammad Arifin
Abstrak
ABSTRAK Arifin Muhammad. 2009. Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Pembelajaran Kooperatif Model Struktural pada Siswa Kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Skripsi Program Studi S1-PGSD Jurusan KSDP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti M.Pd (2) Drs. Harry Poerwanto M.Pd. Kata kunci kemampuan berbicara pembelajaran kooperatif struktural. Dalam rangka mengembangkan perbaikan paradigma siswa belajar saat ini dikembangkan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Model kooperatif dirancang agar setiap individu dapat bekerja sama dan saling bergantung satu sama lain dalam suatu struktur dan tujuan. Pembelajaran kooperatif model struktural dapat membentuk keterampilan siswa dimana siswa dapat berkomunikasi dengan baik dalam mengekspresikan kepada lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil survey terhadap siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan kemampuan berbicara anak masih tergolong rendah hal itu dapat dilihat dari segi pelafalan intonasi pilihan kata struktur kalimat penguasaan naskah atau materi dan kesungguhan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat judul Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Pembelajaran Kooperatif Struktural pada Siswa Kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk tindakan kelas dan direncanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Instrumen penelitian (1) panduan observasi (2) panduan wawancara (3) lembar kerja siswa (LKS) (4) lembar tes/soal (5) refleksi. Analisis data terdiri dari reduksi data sajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adanya peningkatan hasil kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Rebals Grati Pasuruan. Hal itu dapat dilihat dari presentase ketuntasan pada siklus I sebesar 47% siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa dan 12 siswa belum tuntas meningkat pada siklus II menjadi 78% 18 siswa tuntas dan 5 siswa belum tuntas. Kesimpulan implementasi pembelajaran kooperatif model struktural dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan. Saran bagi guru penelitian pembelajaran kooperatif model struktural dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam teknik pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa di dalam kemampuan berbicara. Bagi peneliti lain dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian yang sejenis dengan permasalahan yang lain.