Skripsi
Komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA SMAN 8 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Hartutik
Abstrak
ABSTRAK Hartutik. 2009. Komparasi Metode Ceramah Dengan Metode Jigsaw Dalam Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IPA SMA N 8 Malang Tahun Ajaran 2009/ 2010. Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hariyono M.Pd (II) Drs. Joko Sayono M.Pd M.Hum. Kata kunci Komparasi Metode Ceramah Metode Jigsaw Penelitian ini membahas mengenai komparasi penggunaan metode belajar yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Hal ini dilatarbelakangi karena selama ini dalam mata pelajaran sejarah guru cenderung hanya menerapkan metode ceramah. Dengan metode ceramah siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari guru saja sehingga guru cenderung aktif sedangkan siswanya bersifat pasif. Berbeda dengan penerapan metode jigsaw siswa dituntut agar aktif dalam proses belajar karena setiap individu mempunyai tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Dengan metode jigsaw disamping pengetahuan diperoleh dengan jalan mencari sendiri siswa juga mendapatkan pengetahuan dari teman-teman diskusinya yang lain. Dengan metode jigsaw siswa juga mampu meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama teman misalnya dapat meningkatkan sikap saling menghargai atas perbedaan pendapat orang lain meningkatkan sikap tenggang rasa meningkatkan keyakinan atas ide/ gagasan sendiri meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik dari idenya dan lain sebagainya. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian di SMA N 8 Malang mengenai komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw untuk mengetahui hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA dalam hal ini adalah kelas XI-IPA I dan XI-IPA II. Dengan hipotesis terdapat perbedaan hasil belajar sejarah siswa dari adanya komparasi penerapan dua metode yang berlainan yaitu metode ceramah dengan metode jigsaw. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana rata-rata hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA II yang diajar dengan metode ceramah di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010 (2) bagaimana rata-rata hasil belajar sejarah siswa kelas XI-IPA III yang diajar dengan metode jigsaw di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010 (3) apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah dan metode Jigsaw dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA di SMA N 8 Malang tahun ajaran 2009/2010. Dengan hipotesis bahwa terdapat perbedaan hasil belajar sejarah siswa dari adanya komparasi metode ceramah dan metode jigsaw maka kriteria pengujian Ho diterima jika sig (2-tailed) atau signifikansi 0.05 dan Ho ditolak jika sig (2-tailed) atau signifikansi 0.05 atau Ho diterima jika t hitung t tabel dan Ho ditolak jika t hitung t tabel sedangkan nilai t tabel diperoleh dengan melihat acuan nilai pada tabel yang telah ditentukan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperiment). Peneliti menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kedua kelas ini diberikan perlakuan yang berbeda. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling karena ada pertimbangan tertentu yaitu dipastikan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah ekuivalen. Selain itu dilakukan uji validitas dan reliabilitas normalitas homogenitas uji kesamaan rata-rata kemampuan awal dan uji hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar sejarah dari adanya komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw. Hasil dari penelitian adalah terdapat perbedaan hasil belajar dari adanya komparasi metode ceramah dengan metode jigsaw ini terbukti dari hasil belajar siswa yang menunjukkkan bahwa nilai rata-rata kelas untuk kelompok kontrol sebesar 59.44 dan kelompok eksperimen sebesar 81.11. Uji hipotesis yang menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu nilai sig (2-tailed) atau signifikansi 0.000 0.05 dan t hitung (6 053) t tabel 0.05(df 70) (1 994). Berdasarkan hasil penelitian maka guru dapat menggunakan metode jigsaw dalam pembelajaran sejarah sebagai variasi dari metode belajar yang selama ini diterapkan dalam hal ini adalah metode ceramah. Dengan tujuan untuk melibatkan keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar sejarah serta hasil belajar yang diperoleh siswa diharapkan juga dapat maksimal. Saran-saran yang dapat disumbangkan sebaiknya guru juga tidak boleh mengesampingkan metode ceramah karena belum tentu ceramah merupakan suatu metode yang jelek melainkan guru harus bisa memilih metode yang relevan untuk digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian maka hasil belajar dapat sesuai dengan apa yang diharapkan.