Skripsi
Peningkatan kemampuan mengarang dongeng dengan teknik \"Mancatat dan menukar informasi\" pada siswa kelas VII / Nurdiana Eka Novianjani
Abstrak
ABSTRAK Novianjani Nurdiana Eka. 2009. Peningkatan Kemampuan Mengarang Dongeng dengan Menggunaan Teknik Mencatat dan Menukar Informasi pada Siswa Kelas VII. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Wahyudi Siswanto M.Pd. . Kata kunci mengarang dongeng teknik Mencatat dan Menukar Informasi . Kurang terstrukturnya kegiatan siswa dalam melaksanakan tiap tahap mengarang yaitu tahap pramenulis menulis dan pascamenulis menyebabkan siswa sulit mengarang termasuk mengarang kembali dongeng. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dikembangkan sebuah teknik pembelajaran baru yaitu teknik Mencatat dan Menukar Informasi . Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengarang pada tahap pramenulis menulis dan pascamenulis dengan teknik tersebut. Teknik ini dilaksanakan dengan langkah-langkah siswa (1) berkelompok dan berbagi tugas mencatat unsur-unsur dongeng (2) mendengar atau membaca dongeng (3) mencatat unsur dongeng (4) bertukar informasi dengan anggota kelompok dan (5) membuat kerangka karangan. Setelah itu barulah siswa mengarang dan merevisi karangan. Penelitian ini berjenis kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII D SMP Ar-Rohmah Batu dan dilaksanakan pada tanggal 10 13 17 dan 20 November 2009. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis siswa sebesar 68 2%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 45 5% dan 68 2%. Selama proses pembelajaran minat siswa sudah muncul akan tetapi keseriusan dan keaktifan kurang muncul. Dari kegiatan refleksi dinyatakan bahwa siklus I kurang berhasil. Keberhasilannya adalah siswa dapat (1) dapat mencatat unsur cerpen secara sederhana (2) mengembangkan karangan dan (3) tumbuh minat siswa. Kegagalannya karena karangan siswa kurang (1) menggambarkan keruntutan peristiwa (2) sesuai dengan dongeng yang didengar (3) dapat menggunakan bahasanya sendiri (4) tepat ejaannya dan (5) kurang pengaturan waktu pembelajaran. Berdasarkan kegagalan tersebut perlu adanya perbaikan pada siklus II. Pada siklus II kemampuan mengumpulkan bahan karangan berupa unsur dongeng pada tahap pramenulis sebesar 86 4%. Kemampuan mengembangkan unsur-unsur dongeng pada tahap menulis dan pascamenulis masing-masing adalah sebesar 72 7 dan 90 9%. Berdasarkan pengamatan minat keseriusan dan keaktifan siswa mulai meningkat. Dari hasil siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa dengan teknik Mencatat dan Menukar Informasi kemampuan mengarang siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan tentang penggunaan teknik Mencatat dan Menukar Informasi pada pembelajaran bahasa dan sastra lainnya. Selain itu diharapkan adanya penelitian sejenis dengan subjek penelitian yang berbeda dan pengembangan teknik Mencatat dan Menukar Informasi agar teknik ini layak digunakan.