Skripsi
Penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS (Sejarah) siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Aulia Okta Vrigati
Abstrak
ABSTRAK Vrigati Aulia Okta. 2009. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil BelajarIPS (Sejarah) Siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi Jurusan Sejarah FIS Universaitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Legawa M.Si. (II) Drs. Mashuri M.Hum Kata kunci hasil belajar motivasi belajar model pembelajaran kooperatif Jigsaw Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di SMP Negeri 8 Malang menggunakan metode ceramah diselingi tanya jawab dan diskusi yang pembentukan kelompoknya tanpa memperhatikan kemampuan akademik sehingga dalam proses pembelajaran siswa cenderung belajar dengan teman sebangku atau teman bermain. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw yang merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang supaya siswa mempelajari informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok. Setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tantang isi satu sub topik yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Malang pada bulan Juli-Agustus 2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIH SMP Negeri 8 Malang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Data penelitian ini berupa motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar siswa diketahui dari hasil angket dan lembar observasi sedangkan hasil belajar siswa dapat diketahui dari selisih skor prates dan pascates. Ketuntasan belajar dianalisis dengan menggunakan skor postes menggunakan kriteria ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar siswa diketahui jika telah mencapai 8805 75 dan daya serap klasikal 80% siswa yang mencapai skor 8805 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II terjadi peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I. Skor motivasi rata-rata hasil angket sebelum dilaksanakan tindakan sebesar 3 22 meningkat menjadi 3 53 setelah dilakukan pelaksanaan tindakan. Hasil belajar juga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 30 44 dan pada siklus II meningkat sebesar 37 46 dengan persentasi peningkatan 23 06%. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 77 78% dan pada siklus II meningkat sebesar 91 67%. Jadi ketuntasan belajar mengalami peningkatan sebesar 13 89%. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mengatasi kebosanan dalam belajar sehingga untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa disarankan guru melaksanakan metode pembelajaran yang variatif misalnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw.