Skripsi
Meningkatkan pemahaman siswa tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKN kelas III di SDN Tegalwaru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Titik Restuningsih
Abstrak
ABSTRAK Restuningsih Titik. 2009. Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Aturan Di Masyarakat Melalui Permainan Kata Berantai Pada Mata Pelajaran Pkn Kelas III Di SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi S1 PGSD. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ahmad Samawi M. Hum dan (2) Dra. Hj. Murtiningsih M. Pd. Kata Kunci permainan kata berantai pemahaman mata pelajaran PKn. Brdasarkan observasi dalam proses pembelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang peneliti menemukan fakta bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajarn dan siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran hanya menggunakan metode konvensional (ceramah) yang membuat peserta didik merasa jenuh dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu data menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata peserta didik SDN Tegalweru Kec. Dau kurang dari 65. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pelaksanaan pembelajaran tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. (2) Untuk Mendiskripsikan peningkatan aktivitas balajar siswa dalam pembelajaran pemahanan tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang. (3) Untuk mendeskripsikan apakah pemahaman siswa kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang dalam pembelajaran PKn tentang aturan di masyarakat dapat ditingkatkan melalui permainan kata berantai. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas III SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebanyak 28 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi wawancara angket dan tes keaktifan peserta didik serta kemampuan guru melakukan pembelajaran dengan permainan kata berantai. Teknik analisa data yang digunakan adalah aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik Kemampuan awal tentang aturan di masyarakat peserta didik rata-rata adalah 48 39. Setelah diberikan tindakan pada siklus I nilai rata-rata peserta didik menjadi 65 29. Dari hasi pelaksanaan siklus I menunjukkan peningkatan rata-rata 5 21. Pelaksanaan siklus II menunjukkan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 80 71. Peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II adalah 5 46. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan kata berantai dengan memanfaatkan media gambar dan metode diskusi kelompok meningkatkan keterampilan menulis deskripsi peserta didik. Peningkatan pemahaman peserta didik tentang aturan di masyarakat dapat dilihat dari kenaikan rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Saran yang diberikan kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru dapat mengembangkan penerapan permainan kata berantai pada pokok bahasan lain (2) Pembuatan RPP pengelolaan kelas yang baik disertai komponen pelengkap pembelajaran lain (3) Penerapan permainan kata berantai perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan (baik masalah waktu yang digunakan media pembelajaran dan pengelolaan kelas yang maksimal) dan memperoleh hasil yang maksimal dan (4) Dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan sejenis dengan materi atau cakupan yang lebih luas. Melalui penelitian-penelitian serupa akan diperoleh berbagai ragam permainan yang sesuai dengan ragam sub pokok bahasan mata pelajaran PKn.