Tugas Akhir
Membangun PC router mikrotik untuk manajemen akses internet pada UPT SDN Bugul Kidul 2 PAsuruan / Fauzia Mulyati
Abstrak
Internet merupakan salah satu sarana akses jaringan skala internasional tanpa ada batasan waktu dan wilayah yang sudah berkembang di segala bidang antara lain bidang pendidikan. Peredaran situs porno pun juga semakin berkembang hal ini berdampak negatif jika siswa mengakses situs porno tersebut maka diperlukan suatu sistem yang dapat membatasi akses porno baik browsing maupun searching. Disamping itu untuk mengkoneksikan internet pada setiap PC di laboratorium komputer UPT SDN Bugul Kidul 2 Pasuruan dan manajemen bandwidth agar bandwidth yang diterima setiap client sama rata. Upaya untukmenanggulangi permasalahan di atas adalah Membangun PC Router Mikrotik untuk Managemen Internet Pada UPT SDN Bugul Kidul 2 Pasuruan yang dapat membatasi akses situs porno dan membagi bandwidth secara merata PC Router Mikrotik merupakan alternatif untuk menekan biaya pembelian router pabrikan seperti Cisco Juniper dan BayNetwork yang harganyamasih mahal. Digunakannya mikrotik sebagai sistem operasi karena lisensinya murah tidakmembutuhkan spesifikasi hardware yang besar instalasi tidak rumit dan administrasinya mudah bisa diakses melalui console Webbox (web browser) dan Winbox (windows application). Perancangan PC router berbasis mikrotik ini diawali instalasi mikrotik dilanjutkan konfigurasi IP address konfigurasi bandwidth management menggunakan tipe PCQ (Peer Connection Queue) sehingga bandwidth speedy sebesar 285 50 kbps dibagi secara merata setiap client dari 3 client yang aktif kemudian mengkonfigurasi mikrotik sebagai pusat filterisasi situs porno dengan cara memasukkan alamat situs dan keyword yang mengandung unsur pornografi/pornoaksi pada web proxy access list. Dari hasil pengujian PC router berbasis mikrotik secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa piranti sesuai dengan rancangan yaitu (1) Membagi bandwidth internet secara merata sesuai dengan jumlah client yang sedang aktif dan (2) Membatasi akses situs porno berdasarkan daftar blacklist situs porno. Kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan dan hasil pengujian adalah sebagai berikut (1) Sistem manajemen bandwidth tipe PCQ (Peer Connection Queue) membagi bandwidth internet sama rata sesuai dengan jumlah client yang aktif bandwidth speedy sebesar 285 50 kbps dibagi 3 client sehingga setiap client mendapatkan bandwidth rata-rata 274 kbps (2) Sistem filterisasi situs porno membatasi pencarian informasi baik menggunakan alamat situs maupun keyword yang terdaftar di blacklist sehingga jika siswa mengakses situs porno muncul keterangan access denied. Dengan melihat hasil yang dicapai untuk pengembangan lebih lanjut disarankan (1) Memperbarui daftar filterisasi alamat situs dan keyword seiring dengan perkembangan dari situs porno tersebut (2) Perlu dilakukan upgrade mikrotik ke versi yang terbaru agar mendapatkan penyempurnaan sistem dan stabilitas dari PC Router.