Skripsi
Pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan kognitif siswa kelas X di SMAN 4 Malang pada kemampuan akademik berbeda / Fillaili Eka Handayani
Abstrak
ABSTRAK Handayani Fillaili Eka. 2009. Pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap Keterampilan Metakognitif dan Kemampuan Kognitif Siswa Kelas X di SMAN 4 Malang pada Kemampuan Akademik Berbeda. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. A. Duran Corebima M.Pd (2) Dr. Susriyati Mahanal M.Pd Kata kunci strategi pembelajaran inkuiri keterampilan metakognitif kemampuan kognitif kemampuan akademik Kurikulum yang dikembangkan sekarang ini adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) memberikan kewenangan bagi sekolah untuk mewujudkan sekolah yang efektif produktif dan berprestasi sesuai dengan kondisi sekolah dan lingkungan sekolah. IPA berkaitan dengan cara mencari tahu (inkuiri) tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Oleh karena itu bahwa salah satu strategi yang dalam pembelajaran IPA khususnya biologi adalah strategi inkuiri (penemuan). Strategi inkuiri dapat melatih siswa untuk mandiri karena siswa harus menemukan sendiri konsep-konsep dan mencari jawaban dari permasalahan yang diberikan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa dituntut untuk mengembangkan kemampuan kognitif tinggi agar mampu mengonstruksi pengetahuannya sendiri. Metakognitif bisa digolongkan pada kemampuan kognitif tinggi karena memuat unsur analisis sintesis evaluasi dan mencipta yang merupakan dasar dalam melakukan proses inkuiri dan melatih kreativitas. Siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi cenderung mempunyai kemampuan kognitif tinggi sehingga mempunyai keterampilan metakognitif yang tinggi pula karena siswa yang mempunyai kemampuan kognitif tinggi sudah terbiasa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan cepat. Keterampilan metakognitif memungkinkan siswa untuk mengontrol aktivitas berpikir dan proses belajarnya serta mampu mengevaluasi kekurangan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri kemampuan akademik serta interaksinya terhadap keterampilan metakognitif siswa dan mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran inkuiri kemampuan akademik serta interaksinya terhadap kemampuan kognitif siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dan sampel yang digunakan adalah kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan rubrik metakognitif. Desain penelitian yang digunakan yaitu Non-equivalent Control Group Design versi faktorial 2 x 2 dan menggunakan analisis anakova faktorial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Strategi pembelajaran dan kemampuan akademik berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan kognitif siswa. Sedangkan interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap keterampilan matakognitif dan kemampuan kognitif siswa. Siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran inkuiri memiliki keterampilan metakognitif 49 48% lebih tinggi dibandingkan siswa ii yang diberi pembelajaran multistrategi. Peningkatan keterampilan metakognitif siswa yang difasilitasi strategi pembelajaran inkuiri sebesar 77 86% sedangkan peningkatan keterampilan metakognitif siswa yang difasilitasi strategi pembelajaran multistrategi sebesar 24 37%. Siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan difasilitasi strategi pembelajaran inkuiri memiliki keterampilan metakognitif 34 60% lebih tinggi daripada siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi yang difasilitasi dengan pembelajaran multistrategi sedangkan siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah dan difasilitasi dengan strategi pembelajaran inkuiri memiliki keterampilan metakognitif 2 61% lebih tinggi daripada siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah yang difasilitasi dengan pembelajaran multistrategi. Peningkatan siswa berkemampuan akademik rendah yang difasilitasi strategi pembelajaran inkuiri dalah 74 54% sedangkan peningkatan siswa berkemampuan akademik tinggi sebesar 95 79%. Strategi pembelajaran inkuiri memiliki kemampuan 31 61% lebih tinggi untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dibandingkan strategi pembelajaran multistrategi. Peningkatan kemampuan kognitif siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran inkuiri sebesar 96 11% sedangkan peningkatan keterampilan metakognitif siswa yang difasilitasi dengan strategi pembelajaran multistrategi adalah sebesar 79 15%. Strategi pembelajaran inkuiri dan akademik tinggi memiliki kemampuan 1 34% lebih tinggi dibandingkan dengan strategi pembelajaran multistrategi dan kemampuan akademik tinggi. Interaksi strategi pembelajaran inkuiri dan akademik rendah memiliki kemampuan 0 81% lebih tinggi dibandingkan dengan strategi pembelajaran multistrategi dan kemampuan akademik rendah. Peningkatan siswa yang difasilitasi strategi pembelajaran inkuiri dan kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan kognitif adalah sebesar 93 04% sedangkan peningkatan siswa yang difasilitasi strategi pembelajaran inkuiri dan kemampuan akademik rendah terhadap kemampuan kognitif adalah sebesar 99 34%.