Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan strategi Enam-M pada siswa kelas X SMA Islam Malang / Fahmiyatul Millah
Abstrak
ABSTRAK Millah Fahmiyatul. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Strategi Enam-M pada Siswa Kelas X SMA Islam Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Wahyudi Siswanto M. Pd. Kata kunci peningkatan kemampuan menulis puisi strategi Enam-M Menulis kreatif puisi merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasi sastra yang harus dikuasai oleh siswa SMA. Kurikulum bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kompetensi dasar menulis puisi terdapat pada pembelajaran yang diajarkan di kelas X SMA semester 1. Hasil observasi yang dilakukan di kelas X SMA Islam Malang memperlihatkan bahwa pembelajaran menulis puisi masih memerlukan perbaikan. Kendala siswa dalam menulis puisi adalah tidak adanya cara atau strategi yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Hal ini dikarenakan pola mengajar guru masih mengarah pada pola konvensional. Untuk memperbaiki keadaan ini perlu diupayakan pembelajaran menulis puisi yang dapat melibatkan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses penulisan puisi. Melalui penelitian ini diperkenalkan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan strategi Enam-M. Teori ini diadaptasi dari langkah Enam-M yang dikembangkan oleh Suwardi Endaswara. Strategi tersebut terdiri atas tahap (1) melatih tanggap sasmita (2) menangkap ilham (3) memunculkan kata pertama (4) mengolah kata (5) memberi vitamin dan (6) menyeleksi kata. Tujuan umum penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pembelajaran menulis puisi kelas X SMA Islam Malang dengan strategi Enam-M. Tujuan khususnya adalah menggambarkan (1) penggunaan strategi Enam-M dalam meningkatkan kemampuan membangun struktur fisik puisi siswa kelas X SMA Islam Malang (2) penggunaan strategi Enam-M dalam meningkatkan kemampuan membangun struktur batin puisi siswa kelas X SMA Islam Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Secara keseluruhan penelitian ini berjalan dalam satu siklus dengan tindakan perbaikan yang berwujud siklus kecil. Instrumen utamanya adalah peneliti sendiri dengan membawa instrumen tindakan untuk diterapkan dalam pembelajaran. Instrumen pendukungnya adalah pedoman wawancara lembar observasi lembar catatan lapangan angket evaluasi diri dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Secara kualitatif proses tahap melatih tanggap sasmita berhasil membuat siswa menemukan ide awal/gagasan yang akan dikembangkan dalam puisi tahap menangkap ilham berhasil membuat siswa mematangkan ide dasar dengan mengimajinasikannya (berdasarkan pikiran perasaan dan pengalaman) tahap memunculkan kata pertama berhasil membuat siswa menungkan ide dasar dalam bentuk kata-kata tahap mengolah kata berhasil membuat siswa mengembangkan kata menjadi larik tahap memberi vitamin berhasil membuat siswa memadukan dan mengolah larik-larik menjadi bait dengan memperhatikan struktur batin dan fisik puisi tahap menyeleksi kata berhasil membuat siswa mengoreksi setiap kata dari hasil karyanya sendiri. Secara kualitatif peningkatan hasil kemampuan menulis puisi pada aspek tema amanat diksi dan majas berkembang sangat signifikan. Aspek pengimajian berkembang dengan signifikan. Aspek rima dan tipografi berkembang cukup signifikan. Secara keseluruan hasil akhir kemampuan menulis puisi yang diperoleh siswa mengalami peningkatan kualifikasi baik menjadi kualifikasi sangat baik kualifikasi cukup menjadi kualifikasi baik dan kualifikasi kurang menjadi kualifikasi baik. Bertolak dari hasil penelitian sebagaimana dipaparkan di atas bagi guru bahasa Indonesia disarankan untuk (a) memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis kretif sastra yang lain seperti puisi lama puisi baru berdasarkan bentuk puisi Barat (meliputi distichon tersina kuatren kuint sektet septima oktaf dan soneta) dan prosa fiksi (b) memanfaatkan model puisi sebagai contoh pembelajaran (bisa menggunakan puisi remaja dalam majalah horison) (c) memanfaatkan gambar sebagai media yang memicu siswa dalam memunculkan ide penulisan dan (d) memanfaatkan lembar unjuk kerja yang memuat langkah-langkah strategi Enam-M. Bagi kepala sekolah disarankan untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada guru terutama guru bahasa Indonesia agar senantiasa menggunakan strategi dalam mengelola pembelajaran. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Adapun bagi peneliti lain disarankan untuk mempersiapkan perbaikan rancangan tindakan pada siklus 2 dan 3 karena tindakan belum tentu berhasil dalam satu siklus saja. Hal ini dimaksudakan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan penelitian tentang pembelajaran apresiasi puisi khususnya menulis puisi dapat terus dikembangkan.