Skripsi
Pengaruh kebangkrutan perusahaan terhadap volume perdagangan saham / Dian Pramita Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Dian Pramita. 2009. Pengaruh Kebangkrutan Perusahaan Terhadap Volume Perdagangan saham. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Makaryanawati S.E M.Si Ak. (2) Sri Pujiningsih S.E M.Si Ak. Kata Kunci Financial Distress Kebangkrutan Z-Score Volume Perdagangan Saham Informasi merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para investor dalam mengambil keputusan. Penggunaan informasi keuangan melalui laporan keuangan oleh pihak luar digunakan untuk membuat keputusan investasi dalam menentukan sumber daya yang akan diinvestasikan adanya informasi berkaitan dengan kesulitan keuangan (financial distress) yang bisa mengarah pada kebangkrutan perusahaan akan menyebabkan adanya sentimen negatif dan sebaiknya informasi yang berkaitan dengan perbaikan kinerja akan menyebabkan adanya sentimen positif. Model prediksi kebangkutan merupakan salah satu model yang dikembangkan untuk mendeteksi ada tidaknya tanda-tanda financial distress perusahaan sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari tingkat kesehatan perusahaan dilihat dari analisis Z-Score terhadap volume perdagangan saham. Penelitian dilakukan menggunakan seluruh populasi terhadap 11 perusahaan yang bergerak dalam sektor industri plastics and glass products di BEI pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Berdasarkan hasil pengujian terhadap hipotesis penelitian ini mampu membuktikan adanya pengaruh tingkat kesehatan perusahaan yang diukur dengan menggunakan nilai Z-Score terhadap volume perdagangan saham. Hasil tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai potensi kebangkrutan perusahaan tersebut mempunyai kandungan informasi yang dapat direspon oleh pasar. Saran bagi investor penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai preferensi dalam menentukan alternatif berinvestasi terhadap saham. Sedangkan bagi perusahaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada manajemen dalam proses pengambilan keputusan terutama dalam berinvestasi dan juga diharapkan perusahaan mampu meningkatkan nilai perusahaannya yang tercermin dalam harga saham.