Skripsi
Analisis kinerja reksadana saham konvensional dan reksadana saham syariah dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen pada Bursa Efek Indonesia / Citra Nurida Wulansari
Abstrak
ABSTRAK Nurida Wulansari Citra. 2009. Analisis Kinerja Reksadana Saham Konvensional dan Reksadana Saham Syariah Dengan Menggunakan Metode Sharpe Treynor dan Jensen Pada Bursa Efek Indonesia. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Subagyo S.E S.H M.M (II) Fadia Zen S.E M.M Kata Kunci Kinerja Reksadana Saham Syariah Kinerja Reksadana Saham Konvensional Metode Sharpe Metode Treynor Metode Jensen Reksadana saham konvensional maupun reksadana saham syariah dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula. Hal ini dapat dilihat dari kinerja reksadana. Berdasarkan teori pasar modal beberapa metode untuk mngukur kinerja reksadana adalah Sharpe Treynor dan Jensen. Kinerja reksadana ini akan dibandingkan dengan tolok ukurnya yaitu IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) untuk reksadana saham konvensional dan JII (Jakarta Islamic Index) untuk reksadana saham syariah. Sehingga dapat dinilai apakah kedua jenis reksadana mampu mengalahkan kinerja pasar atau sebaliknya. Penelitian bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham konvensional dan kinerja reksadana saham syariah berdasarkan metode Sahrpe Treynor dan Jensen. Populasi penelitian adalah reksadana saham syariah dan saham konvensional yang dinyatakan aktif diperdagangkan oleh Bapepam tahun 2008. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga reksadana saham syariah dan tiga reksadana saham konvensional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-test independent samples test. Teknik analisis data menggunakan bantuan progran komputer SPSS for windows seri 15.0 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Berdasarkan ketiga metode indeks kinerja reksadana yang memiliki nilai rata-rata tertinggi dan terendah bervaroasi. (2) Tidak terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham syariah dengan Jakarta Islamic Index (JII) berdasarkan metode Sharpe Treynor dan Jensen. (4) Tidak terdapat perbedaan antara kinerja reksadana saham konvensional dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdasarkan metode Sharpe Treynor dan Jensen. (5) Tidak terdapat perbedaan anatara kinerja reksadana saham syariah dengan reksadana saham konvensional berdasarkan metode Sharpe dan Jensen. Akan tetapi kinerja reksadana saham konvensional dan kinerjareksadana saham syariah dinilai terdapat perbedaan berdasarkan metode Treynor. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan metode pengukuran kinerja portofolio dengan memasukkan unsur pembagian hasil (deviden) agar pengukuran kinerja lebih akurat. Selain itu dapat menggunakan LQ 45 sebagai tolok reksadana saham konvensional.