Skripsi
Pengembangan bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing) untuk siswa SMP kelas VII / Dina Merdeka Citraningrum
Abstrak
ABSTRAK Citraningrum Dina Merdeka. 2009. Pengembangan Bahan Ajar Apresiasi Dongeng dengan Strategi Bermain Peran (Role Playing) untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Yuni Pratiwi M.Pd. Kata kunci pengembangan bahan ajar apresiasi dongeng strategi bermain peran (role playing). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pelaksanaan pembelajaran apresiasi dongeng berdasarkan observasi selama ini mengalami beberapa hambatan. Hambatan tersebut disebabkan karena alokasi jam pelajaran diberikan secara tidak seimbang sehingga berakibat pada pembatasan materi pelajaran yang akan dikembangkan. Hambatan-hambatan tersebut antara lain kurangnya media dan alat-alat yang dibutuhkan dalam pembelajaran kurangnya sumber bahan ajar yang relevan serta kurangnya minat belajar siswa karena metode atau strategi yang dipilih guru dalam pembelajaran kurang menarik atau menantang. Pemilihan strategi bermain peran (role playing) diduga cocok dan sesuai dengan siswa SMP kelas VII karena strategi seperti ini merupakan permainan drama yang paling sederhana dan dapat terintegrasi dalam materi pembelajaran apresiasi dongeng. Melalui strategi tersebut siswa dilatih untuk melakukan dan memerankan naskah sederhana yang ditulis sendiri melalui contoh kutipan naskah dongeng yang tertuang dalam bahan ajar sehingga dengan mengalami sendiri siswa akan lebih aktif. Berdasarkan paparan pada bagian latar belakang tersebut maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengembangkan wujud bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing) untuk siswa kelas VII SMP. Adapun tujuan khusus penelitian ini yaitu (1) mengembangkan wujud bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing) pada bagian pendahuluan untuk siswa kelas VII SMP (2) mengembangkan wujud bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing) pada bagian isi untuk siswa kelas VII SMP (3) mengembangkan wujud bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing) pada bagian penutup untuk siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan. Prosedur penelitian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu persiapan pengembangan uji produk dan revisi bahan ajar. Subjek uji bahan ajar adalah ahli sastra ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia praktisi dan siswa. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini berupa data verbal dan numerik. Data verbal diperoleh melalui informasi lisan dari ahli guru dan siswa yang dihimpun selama waktu uji coba. Data verbal dicatat secara sistematis melalui tabel komentar saran dan kritik. Data numerik diperoleh melalui lembar observasi yang dituliskan oleh sumber data. Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahan ajar apresiasi dongeng dengan strategi bermain peran (role playing). Wujud bahan ajar apresiasi dongeng yang dihasilkan meliputi (1) pendahuluan (2) isi dan (3) penutup. Bagian pendahuluan bahan ajar berisi sampul kata pengantar daftar isi bahan ajar petunjuk penggunaan bahan ajar dan kompetensi yang harus dicapai. Bagian isi bahan ajar berisi pengantar teori teori tentang unsur-unsur intrinsik dongeng contoh beserta latihan mendeskripsikan alur penokohan dan latar dalam dongeng Legenda Selat Bali dan menyimpulkan hal-hal yang menarik dalam alur penokohan dan latar dalam dongeng Legenda Selat Bali. Bagian penutup bahan ajar terdiri dari refleksi dan daftar rujukan. Berdasarkan hasil pengembangan ini maka dapat diketahui kebenaran substansi dan keterbacaan bahan ajar yang dikembangkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan layak untuk digunakan. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian pengembangan ini antara lain (1) produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan dapat digunakan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia sebagai rambu-rambu yang dapat diterapkan di lapangan (2) prosedur yang telah ditempuh dalam penyusunan bahan ajar dapat digunakan oleh penyusun bahan ajar untuk membuat buku teks pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang sesuai dengan kondisi lapangan dan relevan dengan kebutuhan siswa (3) bahan ajar yang dihasilkan dapat digunakan penyusun kurikulum sebagai bahan pertimbangan pemilih dongeng dan pemilih strategi dalam pembelajaran apresiasi dongeng untuk menyusun kurikulum pada masa yang akan datang (4) penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian pada kompetensi menyimak yang lain.