Skripsi
Peningkatan kemampuan menyatakan pendapat melalui pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada siswa kelas X.1 SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember / Karina Widya Utami
Abstrak
ABSTRAK Utami Karina Widya. 2009. Peningkatan Kemampuan Menyatakan Pendapat melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Dwi Saksomo M.Si. Kata kunci peningkatan kemampuan berbicara numbered heads together Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan berdiskusi. Pelaksanaan pembelajaran berbicara di sekolah sering diabaikan oleh guru karena waktu yang diperlukan cukup lama. Akibatnya siswa tidak dapat berbicara di depan teman-temannya dengan lancar karena kurang memiliki rasa percaya diri penggunaan bahasa Indonesia juga menjadi kacau kurang paham dengan etika dalam berdiskusi dan isi pembicaraan menjadi tidak tepat. Dalam hal ini peran diskusi sangat dominan. Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya dalam menyatakan pendapat adalah pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Dengan NHT (Numbered Heads Together) siswa memiliki tanggung jawab terhadap teman sekelompoknya untuk mempelajari dan menguasai bahan diskusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses dan hasil peningkatan kemampuan menyatakan pendapat siswa kelas X.1 SMA Negeri Arjasa pada aspek menyampaikan hasil diskusi mengemukakan tanggapan dan mengajukan saran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri Arjasa Kabupaten Jember kelas X.1 dengan jumlah siswa 39 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi (1) studi pendahuluan (2) rencana tindakan (3) pelaksanaan tindakan (4) pengamatan (5) diskusi dan refleksi. Adapun data penelitian ini meliputi data proses dan hasil. Data proses merupakan hasil pengamatan pencatatan lapangan dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil merupakan hasil tes menyatakan pendapat siswa pada kegiatan diskusi. Berdasarkan hasil analisis data proses tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan II dapat dideskripsikan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dalam pembelajaran menyatakan pendapat yaitu diawali dengan pembentukan kelompok secara heterogen pemberian bahan bacaan pelaksanaan diskusi kelompok pelaksanaan diskusi kelas dan refleksi. Proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Selama proses pembelajaran dari tahap pendahuluan tahap inti sampai tahap penutup pada saat prates siswa terlihat masih kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada siklus I siswa cukup antusias mengikuti pembelajaran dan pada siklus II siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap pembelajaran. Berdasarkan analisis data kuantitatif diketahui kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek menyampaikan hasil diskusi pada siklus II dari ii 39 siswa sebanyak 38 siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 20 siswa siklus I 29 siswa) 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali 25 siswa dengan kualifikasi baik dan 1 siswa dengan kualifikasi cukup. Secara kualitatif siswa yang berkualifikasi baik sekali menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian hasil diskusi dengan artikel pemilihan respon logat bicara kosakata kelancaran keberanian dan etika sangat baik dan dua indikator baik atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik empat indikator baik dan satu indikator cukup atau satu indikator sangat baik lima indikator baik dan satu indikator cukup atau semua indikator baik. Siswa yang berkualifikasi cukup menunjukan lima indikator baik dan dua indikator cukup. Kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek mengemukakan tanggapan pada siklus II seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 19 siswa siklus I 24 siswa) 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali dan 26 siswa dengan kualifikasi baik. Secara kualitatif siswa yang berkualifikasi baik sekali menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian tanggapan dengan isi diskusi pemilihan respon logat bicara kosakata kelancaran keberanian dan etika sangat baik dan dua indikator baik atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik empat indikator baik dan satu indikator cukup atau satu indikator sangat baik lima indikator baik dan satu indikator cukup atau semua indikator baik. Kemampuan siswa dalam menyatakan pendapat pada aspek mengajukan saran pada siklus II seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar (prates 21 siswa siklus I 31 siswa) 13 siswa dengan kualifikasi baik sekali dan 26 siswa dengan kualifikasi baik. Secara kualitatif siswa yang berkualifikasi baik sekali menunjukkan lima dari tujuh indikator kesesuaian saran dengan isi diskusi pemilihan respon logat bicara kosakata kelancaran keberanian dan etika sangat baik dan dua indikator baik atau menunjukkan empat indikator sangat baik dan tiga indikator baik atau tiga indikator sangat baik dan empat indikator baik. Siswa yang berkualifikasi baik menunjukkan dua indikator sangat baik empat indikator baik dan satu indikator cukup atau satu indikator sangat baik lima indikator baik dan satu indikator cukup atau semua indikator baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia hendaknya dapat menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagai alternatif dalam kegiatan diskusi karena dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa khususnya dalam hal menyatakan pendapat. Bagi pelaksana peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian pembelajaran berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada rumusan masalah yang berbeda.