UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Implementasi model pembelajaran problem solving dan prestasi belajar siswa mata diklat kewirausahaan Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Cendika Bangsa Malang / Syamsul Arifin

Arifin, Syamsul - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Arifin Syamsul.2009. Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Diklat Kewirausahaan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMK Cendika Bangsa Malang Skripsi Jurusan Manajemen S1 Pendidikan Adminstrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I)Drs. I NyomanSuputra M.Si (II) Drs. Agus Hermawan M.Si. M.Bus Kata kunci Metode Pembelajaran Problem Solving Prestasi Belajar. Perkembangan penelitian mengenai bagaimana seseorang belajar mempengaruhi proses pembelajaran konvensional yang menempatkan guru sebagai pusat belajar. Kunci perubahan tersebut terdapat pada pemikiran bahwa siswa secara aktif membentuk pengetahuannya sendiri. Metode ceramah yang dipergunakan dalam pembelajaran kewirausahaan selama ini menyebabkan siswa terpaku mendengarkan cerita dan betul-betul membosankan situasi pembelajaran diarahkan pada learning to know dan permasalahan yang disampaikan cenderung bersifat (book oriented) yang berarti tidak mengacu pada masalah-masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga pembelajaran kewirausahaan menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini tampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan prestasi belajar kewirausahaan yang kurang memuaskan. Diperlukan strategi dan pendekatan tertentu supaya siswa dapat menguasai materi pelajaran yang sedang dipelajari. Selama ini guru melakukan berbagai cara dengan menggunakan metode yang bervariasi dan cenderung konvensional media dan lain lain untuk membantu siswa supaya lebih aktif dan dapat menguasai materi pelajaran sehingga hasil belajarnya lebih baik. Metode pembelajaran merupakan strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui aspek-aspek kemampuan berwirausaha. perlu dikembangkan metode pembelajaran kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada serta berpandangan pada perkembangan teknologi dan tuntutan era globalisasi dan kurikulum diantaranya dengan metode problem solving.Berangkat dari keadaan di lapangan atau dunia nyata disini penulis beranggapan bahwa metode problem solving dirasa sesuai diterapkan dalam pembelajaran kewirausahaan karena bermanfaat bagi siswa dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran serta dalam kehidupan mereka. Bagi guru sendiri metode ini dapat melatih ketrampilan mereka dalam mengajar dan mengurangi keikutsertaan mereka dalam proses belajar mengajar Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Implementasi metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk SMK Cendika Bangsa Malang (2) faktor yang menjadi penghambat metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk SMK Cendika Bangsa Malang. (3) faktor yang menjadi pendukung metode pembelajaran problem solving pada mata pelajaran kewirausahaan sub kompetensi membangun komitmen bagi dirinya serta orang lain dan mengambil resiko usaha di Kelas XI APk Cendika Bangsa Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Subjek yang dipilih adalah siswa-siswi XI APk SMK Cendika Bangsa Malang berjumlah 40 siswa. Tehnik analisa data yang digunakan adalah claasroom action research (penelitian tindakan kelas). Hasil penelitian yang telah dilakukan pada pre test siklus I masih ada beberapa siswa yang tidak menghadiri pre test ini. Serta adanya peningkatan nilai dari beberapa siswa. Total ketuntasan nilai siswa pada test ini adalah 2 siswa mengalami ketuntasan. Presentase ketuntasan yaitu 5 % siswa mendapatkan nilai tuntas sedangkan sisanya yaitu 95% belum mendapatkan nilai tuntas. serta 7 siswa tidak menghadiri test. Pada post test siklus I didapati bahwa 33 siswa menghadiri test serta 26 siswa mengalami ketuntasan. Presentase ketuntasan sejumlah 65 % dan jumlah siswa yang belum tuntas adalah 35%. Maka penulis mengambil tindakan yang berbeda pada proses pembelajaran kedua atau pada siklus II. Hasil dari tindakan siklus II Jumlah kehadiran pada test ini sebanyak 31 siswa. Sedangkan jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 6 siswa serta jumlah siswa yang mendapat nilai dibawah nilai ketuntasan adalah 34 siswa. 15 % siswa mengalmi ketuntasan dan sisanya sebanyak 85% siswa belum mendapatkan nilai sesuai nilai ketuntasan. Sedangkan pada post test siklus II hasil yang didapati adalah Hasil post test mengalami perubahan yaitu nilai standart minimum sudah dijangkau oleh siswa. 7 5% siswa belum tuntas karena absen dan sisanya 92 5% siswa mendapat nilai tuntas. 37 orang siswa mengalami peningkatan nilai dengan kata lain 100 % siswa pada kali ini mendapat nilai ketuntasan. Sehingga proses siklus II ini dihentikan. Siswa hendaknya lebih banyak membaca dan mencoba hal-hal yang baru seperti pembelajaran problem solving dan metode pembelajaran yang lain. Pihak sekolah hendaknya memeberikan kesempatan yang sesuai antara jam pelajaran di kelas serta praktek di koperasi sehingga jam belajar atau hak belajar siswa di kelas tidak terganggu.Guru hendaknya menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan jam pelajaran tersebut.Materi yang menarik serta suasana belajar yang hidup akan membantu metode pembelajaran problem solving dengan baik. Sehingga siswa merasa senang dan termotivasi dalam belajar.Sebaiknya metode ini dalam satu hari dipraktekkan hanya untuk satu mata pelajaran karena akan membuat para siswa jenuh.Metode pembelajaran problem solving cenderung membutuhkan pemikiran yang ekstra untuk memecahkan suatu masalah.


Informasi Detail
DDC
Rs 651.3076 ARI i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendiikan Administrasi Perkantoran, 2010.
Deskripsi Fisik
viii, 181 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00639/KI/10
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2010
Subjek
1. ADMINISTRASI PERKANTORAN - PRESTASI BELAJAR
2. ADMINISTRASI PERKANTORAN - PEMBELAJARAN MODEL PS (PROBLEM SOLVING)

Pembimbing
1. I NYOMAN SUPUTRA ; 2. AGUS HERMAWAN
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik