Skripsi
Perancangan film dokumenter situs peninggalan kerajaan Cakranegara dinasti terakhir Karangasem-Sasak di pulau Lombok sebagai media pembelajaran / Muhammad Saherodji
Abstrak
i ABSTRAK Saherodji Muhammad. 2010. Perancangan Film Dokumenter Situs Peninggalan Kerajaan Cakranegara Dinasti Terakhir Karangasem-Sasak di Pulau Lombok Sebagai Media Pembelajaran. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moeljadi Pranata M.Pd (II) Mochammad Abdul Rahman M.Sn. Kata kunci film dokumenter situs Cakranegara Lombok. Pulau Lombok memiliki situs-situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Cakranegara yang bersejarah dan mengandung pesan budaya yang sangat perlu untuk dilestarikan. Pelestarian benda cagar budaya sejauh ini dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB khususnya Bidang Arkeologi dan Sejarah dengan memberikan penyuluhan bagi para siswa di sekolah-sekolah menengah dan pembekalan data sejarah dan arkeologi bagi para juru kunci di seluruh lokasi situs sejarah di Nusa Tenggara Barat. Pengetahuan dan pelestarian sejarah daerah bagi generasi muda adalah sangat penting agar putra daerah dapat mengambil pelajaran dari masa lalu untuk memotivasi dan mengembangkan daerahnya sendiri karena dikhawatirkan generasi muda di Kota Mataram dan Lombok Barat akan meninggalkan kebudayaan lokal dan lebih memilih kebudayaan asing. Tujuan perancangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berwujud film dokumenter tentang situs peninggalan Kerajaan Cakranegara untuk siswa SLTP/SLTA. Media pembelajaran tersebut digunakan sebagai penunjang mata pelajaran sejarah yang padat informasi serta dikemas secara kreatif sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk mendalami isinya. Selain menonjolkan unsur visual statis media ini gabungan dari unsur visual yang dinamis dan audio yang variatif. Media pembelajaran berbentuk film dokumenter ini belum pernah diproduksi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB. Perancangan film dokumenter menggunakan model prosedural. Langkah-langkah untuk menghasilkan produk film dokumenter meliputi tiga tahapan yaitu pra-produksi produksi dan pasca produksi. Dalam pra-produksi disusun storyline dan storyboard berdasarkan studi literatur dan identifikasi data lapangan. Tahap produksi meliputi perekaman gambar perekaman narasi perekaman animasi perekaman musik editing revisi dan finishing. Tahap pasca produksi adalah rendering movie dan VCD burning agar produk ini dapat dijalankan dengan bantuan VCD player ataupun komputer. Perancangan ini menghasilkan media pembelajaran kategori film dokumenter dalam format VCD dengan durasi 30 menit. Secara garis besar organisasi isi pesan pembelajaran sebagai berikut (1) opening didalamnya memuat sepintas tentang Pulau Lombok dan sejarah masuknya Karangasem-Sasak hingga keruntuhan Cakranegara (2) visual situs-situs peninggalan Kerajaan Cakranegara yang terletak di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (3) upacara Pujawali sebagai salah satu bentuk peninggalan kerajaan yang tetap dilakukan sampai hari ini sekaligus sebagai penutup keseluruhan cerita (4) credit ii titles para kru yang terlibat sumber-sumber yang dipergunakan dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu pembuatan karya dokumenter ini. Disarankan agar dokumentasi benda cagar budaya utamanya di wilayah Nusa Tenggara Barat terus dikembangkan agar generasi muda semakin memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan makin mengenal jati diri mereka melalui sejarah. Selain itu untuk menjangkau audiens kaum muda maka diperlukan tehnik penyampaian media audio visual yang lebih ekspresif melalui gaya narasi yang lebih bebas dan atau dengan visualisasi yang lebih dinamis namun tidak mengurangi efektifitas penyampaian materi utama yaitu pelestarian benda cagar budaya. Hasil perancangan ini merupakan film dokumenter pertama tentang pelestarian benda cagar budaya di Pulau Lombok disarankan agar dihasilkan produk-produk sejenis untuk meningkatkan upaya pelestarian benda cagar budaya lainnya. Keefektifitasan perancangan ini belum teruji untuk itu disarankan agar diadakan penelitian yang seksama untuk menentukan keefektifitasan media pembelajaran ini.