Skripsi
Kegiatan pelatihan keterampilan bagi narapidana (studi kasus pada lembaga pemasyarakatan anak kelas II A Blitar) / Helmy Nur Harida
Abstrak
ABSTRAK Harida Helmy Nur. 2009. Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Narapidana (Studi Kasus pada Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II A Blitar). Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. M. Ishaq Maulana M.Pd dan Pembimbing (II) Dr. Endang Sri Redjeki M.S. Kata-kata kunci pelatihan keterampilan Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana kurikulum pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar (2) bagaimana bahan pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar (3) bagaimana metode pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LP Blitar (4) bagaimana pelatih dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar (5) bagaimana sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar (6) bagaimana evaluasi pembelajaran dalam proses pelatihan keterampilan di LPA Blitar. Rumusan masalah di atas yang akan diteliti oleh peneliti Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga alur kegiatan analisis yang memungkinkan data menjadi bermakna yaitu reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan/keajegan pengamatan triangulasi dan kecukupan referensial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian kegiatan pelatihan keterampilan di LPA Blitar yaitu metode demontrasi Metode ini diberikan di LPA Blitar sesuai dengan yang seharusnya digunakan oleh pelatih di LPA Blitar karena para peserta pelatihan adalah tergolong anak usia 14-21 tahun yang memiliki sifat yang sulit untuk diatur. Praktek metode ini sangat penting tujuannya dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan handicraft di LPA Blitar. Interaksi langsung metode ini yang selalu digunakan dalam proses pelatihan keterampilan handicraft di LPA Blitar. Berencana terus-menerus secara sistematis metode ini yang selalu dilakukan oleh LPA Blitar agar tujuan pelatihan tersebut berhasil dan dapat dikuasai oleh para napi. Bahan belajar adalah materi seperti buku panduan berbagai model kerajinan yang didapat dari pelatih keterampilan terdahulu yang melaksanakan pelatihan kerajinan tangan di LPA Blitar. Serta modul tentang motif ukiran dan bentuk kerajinan seperti kotak tisu tempat handphone dan tempat keris pemesan dari luar LPA Blitar yang ingin melihat hasil kerajinan tangan di LPA Blitar. Sehingga materi merupakan syarat yang sangat penting untuk tercapainya tujuan proses pembelajaran yang efektif. Karena dengan adanya bahan pembelajaran para napi dapat langsung mempraktekkan materi pelatihan keterampilan yang telah diberikan oleh pelatih. Pelatih tugasnya yaitu untuk memberikan layanan belajar kepada peserta pelatihan yaitu napi di LPA Blitar dengan keterampilan berupa kemampuan atau keahlian keterampilan handicraft yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk bekerja sesuai dengan kemampuan tersebut. Sehingga pelatih dapat memberikan 1 kemampuan keterampilan bagi narapidana agar bisa digunakan oleh mereka setelah keluar dari LPA Blitar. Saran dari penelitian ini adalah perlu dikembangkan lagi seperti dalam metode interaksi langsung para peserta belum semua ikut untuk berinteraksi dengan pelatih dalam proses pembelajaran pelatihan keterampilan handicraft. Bahan ajar dan media dalam proses pembelajaran pada pelatihan keterampilan handicraft sebaiknya perlu ditambah atau diberikan variasi yang lain dan tidak hanya terpaku pada buku materi keterampilan yang sudah ada di LPA Blitar. Tetapi mencari materi yang lebih memiliki kualitas kerajinan bagus sama seperti yang berada di luar LPA Blitar.