Skripsi
Studi tentang penangan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakulikuler di SMA negeri se-kota Blitar / Agnes Yoga Wicaksono
Abstrak
ABSTRAK Wicaksono Agnes Yoga. 2009. Studi tentang Penanganan Cedera Olahraga pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri Se-Kota Blitar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mulyani Surendra M.S (2) dr. Hartati Eko Wardani M.Si. Med. Kata kunci penanganan cedera olahraga ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler olahraga adalah suatu program yang digunakan untuk membina siswa yang berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang olahraga tertentu. Dalam melakukan aktivitas olahraga pasti tidak lepas dari permasalahan yang namanya cedera olahraga. Penanganan yang kurang tepat pada penderita cedera olahraga bisa berakibat fatal. Namun dari pengamatan awal di SMAN Se-Kota Blitar peneliti melihat pada kenyataannya tidak semua pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga menguasai keterampilan penanganan cedera olahraga. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui frekuensi cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar (2) untuk mengetahui upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar (3) untuk mengetahui upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar (4) untuk mengetahui upaya pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar dan (5) untuk mengetahui upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar yang berjumlah 285 siswa dan 10 orang pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) 47 13% responden menyatakan selalu/sering mengalami cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga (2) 62 55% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pencegahan cedera olahraga termasuk dalam kategori cukup baik (3) 59 15% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pertolongan pertama cedera olahraga termasuk dalam kategori cukup baik (4) 49 34% responden menyatakan selalu/sering memberikan pengobatan cedera olahraga termasuk dalam kategori kurang baik dan (5) 48 1% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pemulihan cedera olahraga termasuk kategori kurang baik. Saran berdasarkan hasil penelitian ini (1) sebaiknya pelatih/pembina ekstrakurikuler olahraga di SMAN Se-Kota Blitar memperhatikan kondisi fisik peserta dan kondisi sarana prasarana sebelum kegiatan ekstakurikuler dimulai (2) melakukan pengobatan cedera olahraga dengan merujuk ke rumah sakit/dokter serta tidak membawa/menganjurkan menggunakan pengobatan tradisional (non medis) (3) meningkatkan upaya pemulihan/rehabilitasi cedera olahraga dengan selalu melakukan terapi pemulihan cedera dan (4) perekrutan tenaga pelatih harus benar-benar selektif dengan memilih orang yang memiliki latar belakang dan kemampuan untuk menjadi pelatih demi mendapatkan hasil yang terbaik.