Skripsi
Problema guru mata pelajaran kelompok produktif SMK negeri 1 Singosari terhadap implementasi KTSP pada bidang studi keahlian teknik mesin dan elektro otomotif serta aternatif pemecahnya / Amy Sulistyanto
Abstrak
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Alternatif Pemecahan. KTSP merupakan kurikulum penyempurna dari KBK yang dikembangkan oleh sekolah berdasarkan otonomi yang diberikan Dinas Pendidikan Nasional. Pelaksanaan KTSP yang masih belum merata di setiap daerah tidak menutup kemungkinan para guru masih ada yang mengalami problematika dalam melaksanakan KTSP. Problematika tersebut perlu diketahui agar mendapatkan alternatif pemecahannya. Sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SMK Negeri 1 Singosari dalam menyusun dan mengembangkan silabus sebanyak 53 84% guru menyatakan mengalami kesulitan dan 46 15% tidak mengalami kesulitan. Dalam menyusun dan mengembangkan RPP sebanyak 53 84% guru mengalami kesulitan dan 46 15% tidak mengalami kesulitan. Dalam melaksanakan kegiatan belajar sebanyak 5 88% guru kesulitan dalam menentukan post test yang tepat bagi peserta didik 17 64% dalam mengembangkan materi pelajaran yang akan diajarkan dan 41 17% dalam menentukan pendekatan pembelajaran bagi peserta didik. Dalam menentukan KKM sebanyak 23 07% guru mengalami kesulitan karena keterbatasan waktu 26 92% karena materi yang terlalu banyak 42 30% karena kurangnya sarana dan prasarana 15 38% karena jumlah siswa yang terlalu banyak. Dalam melaksanakan program remedial sebanyak 3 84% guru mengalami kesulitan karena keterbatasan waktu 11 59% karena materi yang terlalu banyak 50% karena kurangnya minat siswa terhadap pelajaran dan 34 61% karena kurangnya sarana dan prasarana pendukung. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi guru hendaknya lebih meningkatkan pemahaman tentang KTSP dengan cara aktif mengikuti MGMP membentuk tim diskusi terbimbing dibawah bimbingan kepala sekolah mencari informasi tentang KTSP baik dari media cetak ataupun elektronik untuk memperkaya wawasan sebagai bahan untuk pertimbangan dalam memecahkan segala problematika yang dihadapi dalam implementasi KTSP.