Skripsi
Implementasi kurikulum 2006 ( Kurikulum tingkat satuan pendidikan ) dalam kegiatan pembelajaran kimia oleh guru kimia kelas X SMA negeri sse-kota Kediri / Irawati
Abstrak
ABSTRAK Irawati. 2010. Implementasi Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dalam Kegiatan Pembelajaran Kimia oleh Guru Kimia Kelas X SMA Negeri Se-Kota Kediri. Skripsi Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma M. S. (II) Drs. Muhammad Su aidy M. Pd. Kata kunci implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melakukan penyempurnaan kurikulum dari KBK menjadi KTSP. KTSP dilaksanakan mulai tahun ajaran 2006/2007. Guru memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan implementasi KTSP. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi KTSP oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri dilihat dari (1) perencanaan kegiatan pembelajaran (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran (3) penilaian hasil pembelajaran yang sesuai dengan KTSP. Subyek dalam penelitian ini adalah 15 guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan angket (54 pertanyaan) yang sudah divalidasi dengan tingkat kevalidan 99% dan wawancara tidak terstruktur untuk menambah kelengkapan data yang belum jelas atau kurang. Analisis data dilakukan dengan perhitungan skor jawaban guru. Hasilnya dideskripsikan dan disimpulkan sehingga diperoleh informasi tentang kualitas implementasi KTSP dalam pembelajaran kimia kelas X oleh guru kimia SMA Negeri se-Kota Kediri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kualitas implementasi perencanaan kegiatan pembelajaran kimia yang dilakukan oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri adalah sangat baik (skor 85) dengan indikator (a) bekal pemahaman KTSP tergolong baik (skor 81) (b) penyusunan perangkat pembelajaran tergolong sangat sesuai KTSP (skor 99) (c) hambatan dalam penyusunan perangkat pembelajaran tergolong kecil (skor 72) (2) kualitas pelaksanaan kegiatan pembelajaran kimia oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se- Kota Kediri adalah baik (skor 81) dengan indikator (a) penerapan strategi pembelajaran tergolong sangat bervariasi dan konstruktivistik (skor 89) (b) hambatan dalam menerapkan strategi pembelajaran tergolong cukup kecil (skor 62) (c) proses pembelajaran tergolong baik (skor 82) (d) sarana belajar tergolong bervariasi dan konstruktivistik (skor 84) (3) implementasi penilaian hasil pembelajaran kimia oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri adalah sangat sesuai KTSP (skor 88) dengan indikator (a) pelaksanaan penilaian tergolong sangat baik (skor 92) (b) jenis tagihan tergolong sesuai KTSP (skor 84) (c) bentuk instrumen tergolong sangat sesuai KTSP (skor 87) (d) hambatan dalam pelaksanaan penilaian tergolong kecil (skor 73) (e) ketuntasan belajar tergolong sangat sesuai KTSP (skor 91) (f) program remidi dan pengayaan tergolong cukup sesuai KTSP (skor 68) (g) evaluasi program tergolong baik (skor 73). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa implementasi KTSP oleh guru kimia kelas X SMA Negeri se-Kota Kediri sudah sesuai KTSP dan sangat baik.