Skripsi
Nothing but a cyborg\'s voice : a lacanian analysis of the anime series serial experiments lain / Galih Bondan Rambatan
Abstrak
ABSTRAK Rambatan Galih Bondan. 2009. Nothing But A Cyborg s Voice A Lacanian Analysis of the Anime Series Serial Experiments Lain . Skripsi Sarjana Jurusan Sastra Inggrism Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Evi Eliyanah S.S. M.A. Kata kunci psikoanalisis kajian film Lacan anime cyborg posthuman suara Perkembangan masyarakat jejaring menyajikan pada kita tubuh-tubuh baru yang terus berubah yang dikenal dengan istilah cyborg dan posthuman. Hanya dalam beberapa tahun cara-cara baru untuk berhubungan berproduksi dan menubuh dalam ruang-ruang digital hadir di hadapan umat manusia. Perubahan yang demikian cepat dan tiba-tiba pasti menyebabkan retakan dalam keadaan sosial yang telah kita jadikan pijakan selama ini menghadirkan pada kita segenap harapan namun juga kegelisahan akan kemungkinan-kemungkinan baru. Kegelisahan masyarakat selalu tercermin pada film-film yang mereka produksi. Maka menganalisa sebuah film surealis dari suatu masa adalah cara yang baik untuk menghasilkan sebuah peta kognitif dari fantasi-fantasi di masa itu. Pembahasan masalah dalam skripsi ini mencakup mengidentifikasi kondisi psikologis utama manusia dalam hubungannya dengan teknologi jejaring komputer. Skripsi ini akan melakukan hal itu dengan menganalisa sebuah serial film yang ditulis dan dibuat dalam masa-masa awal Internet yaitu pada tahun 1998 yang berjudul Serial Experiments Lain. Artefak kebudayaan ini akan dianalisa secara psikoanalitik khususnya menggunakan metode analisa Lacanian yang menitikberatkan pada aspek suara memperlakukan serial film tersebut selayaknya teks mimpi yang hendak dibedah dan dimaknai. Serial Experiments Lain adalah film surealis yang menyajikan ceritanya dari sudut pandang seorang psikotik dan analisa film ini akan melibatkan penangguhan Ordo Simbolik guna menemukan kegelisahan Oedipal dalam bentuknya yang ekstrem. Skripsi ini lantas akan menjelajahi versi digital dan terkonsentrasi dari mitos Oedipus khususnya mengenai peran teknologi dalam membentuk pandangan kita akan Ibu sebagai Thing (pergeseran dari Ibu Pertiwi menjadi Motherboard) serta pergeseran sang Liyan qua Ordo Simbolik (dari naratif tradisional menjadi kode-kode digital).