Skripsi
Analisis tingkat kebangkrutan sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan go public yang listing di BEI tahun 2006-2007 (Dianalisis dengan menggunakan metode Altman (Z-Score) dan metode Zmijewski (X-Score) / Widianah
Abstrak
Widianah. Analisis Tingkat Kebangkrutan Sebelum dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Go Public yang Listing di BEI Tahun 2006-2007 (Dianalisis Dengan Menggunakan Metode Altman (z-score) dan Zmijewski (x-score)) . Skripsi program Studi Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo M.M (2) Lulu Nurul Istanti S.E. M.M Kata Kunci Kebangkrutan Z-Score X-Score dan Stock Split Setiap perusahaan didirikan dengan harapan akan menghasilkan laba sehingga mampu untuk bertahan dalam jangka panjang yang tidak terbatas. Hal ini berarti dapat diasumsikan bahwa perusahaan akan terus hidup dan diharapkan tidak akan mengalami likuiditas. Dalam praktik asumsi di atas tidak selalu menjadi kenyataan. Seringkali perusahaan yang telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu terpaksa membubarkan diri karena mengalami kegagalan usaha (kebangkrutan). Stock split merupakan tindakan memecah saham menjadi n lembar saham dengan harga per lembar saham baru sebesar 1/n harga saham sebelumnya yang dilakukan oleh manajer perusahaan untuk menata kembali harga pasar saham dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat kebangkrutan perusahaan sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan go public yang listing di BEI tahun 2006- 2007 yang dianalisis dengan menggunakan metode altman (z-score) dan Zmijewski (x-score). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode event study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 perusahaan go public yang melakukan pemecahan saham yang listing di BEI periode 2006-2007 yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif dan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan internet. Analisis data menggunakan teknik paired sample t-test dengan bantuan komputer program SPSS 12.0. Hasil penelitian hipotesis pertama menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kebangkrutan sebelum dan sesudah stock split yang dianalisis menggunakan metode altman (z-score). Untuk hipotesis kedua terdapat perbedaan yang signifikan antara kebangkrutan sebelum dan sesudah stock split yang dianalisis zmijewski (x-score). Bagi peneliti selanjutnya bisa dikembangkan dengan menggunakan periode pengamatan dan sample yang berbeda serta dengan menambahkan semua rasio keuangan lain yang terbukti mampu menambah preferensi investor dalam berinvestasi. Bagi perusahaan yang bersangkutan diharapkan dengan adanya penelitian tentang kebangkrutan perusahaan dapat mengantisipasi langkahlangkah yang harus ditempuh untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.