Skripsi
Perbedaan tingkat kepercayaan diri siswa akselarasi dan non-akselarasi di SMA NEGERI 1 Malang / Gonang Nurliyawan
Abstrak
ABSTRAK Nurliyawan Gonang. Perbedaan Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Akselerasi dan Non-akselerasi di SMA Negeri 1 Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Triyono M.Pd (II) Drs. Djoko Budi Santoso Kata Kunci Kecemasan terhadap tes motivasi berprestasi Secara konseptual program akselerasi baik namun dalam implementasinya masih mengandung pro dan kontra. Beberapa kelemahan mengiringi penyelenggaraan akselerasi tersebut salah satunya stigmatisasi pada diri siswa yang ada di kelas reguler. Mamang dalam hal akademik siswa akselerasi bisa dikatakan lebih diunggulkan tetapi dalam hal kepercayaan diri belum tentu anak akselerasi lebih tinggi karena masalah kepercayaan diri juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti fenomena ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mendeskripsikan kepercayaan diri siswa non-akselerasi 2) mendeskripsikan kepercayaan diri siswa akselerasi dan 3) mengetahui ada tidaknya perbedaan kepercayaan diri siswa akselerasi dan siswa non-akselerasi SMAN 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas akselerasi SMAN 1 Malang sejumlah 41 siswa dan siswa non-akselearasi sejumlah 825 siswa. Semua siswa akselerasi digunakan sebagai subyek penelitian sedangkan siswa non-akseleasi hanya 45 orang siswa yang digunakan sebagai subyek penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling populasi untuk siswa akseleasi sedangkan untuk siswa non-akselerasi digunakan teknik sampling proporsional. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala yaitu skala kepercayaan diri. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kepercayaan diri yang signifikan antara siswa akselerasi dan siswa non-akselerasi SMA Negeri 1 Malang. Dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 1) Sebagian besar siswa non-akselerasi SMA Negeri 1 Malang memiliki kepercayaan diri dengan klasifikasi sedang. 2) Seluruh siswa akselerasi SMA Negeri 1 Malang memiliki kepercayaan diri dengan klasifikasi tinggi. Sedangkan dari uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepercayaan diri pada siswa akselerasi dan non-akselerasi di SMA Negeri 1 Malang dengan nilai thitung -19 383 (sig 0 000). Dari hasil penelitian ini maka disarankan kepada para siswa akselerasi dan non-akselerasi agar lebih obyektif dalam memandang dirinya. Pandangan obektif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan kepercayaan diri tepat pada porsinya. Hal ini akan mengakibatkan siswa akselerasi maupun non-akselerasi lebih siap dalam menghadapi kegagalan sehingga kegagalan tidak akan menyebabkan keputus-asaan yang fatal. Disarankan kepada para konsleor agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan dalam melakukan bimbingan konseling kepada siswa akselerasi dan non-akselerasi khususnya dalam hal bimbingan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi berbagai permasalahan di sekolah. Bagi para peneliti selanjutnya yang berminat mengkaji permasalahan ini disarankan untuk menggunakan metode penelitian yang lain misalnya dengan metode kuantitatif eksperimental ataupun metode kualitatif. Selain itu dirasa perlu untuk melengkapinya dengan variabel-variabel lain seperti latar belakang ekonomi keluarga pola asuh orangtua dan lain sebagainya sehingga menjadi lebih sempurna.