Tugas Akhir
Pengamatan prestasi belajar pokok bahasan konsep sistem pemerintahan demokrasi kelas V SDN sananwetan 03 kota Blitar / Dadang Kurniawan
Abstrak
Selama proses pembelajaran di kelas guru harus mempergunakan kemampuan yang dimiliki salah satunya adalah metode pembelajaran. Disisi lain dalam melaksanakan kewajibannya guru mempunyai beberapa hambatan yaitu kurikulum sarat isi juga sistem evaluasi akan mempengaruhi cara guru menyampaikan bahan ajar. Di dalam simulasi yang dipersoalkan adalah fakta-fakta sedangkan di dalam simulasi yang dipersoalkan adalah perasaan-perasaan asumsi-asumsi. Studi kasus sangat menekankan analisis tingkat tinggi sintesis dan khususnya evaluasi tingkat tinggi sedangkan simulasi sangat menekan pengetahuan tingkat rendah dan menengah pengertian atau pemahaman dan penerapan. Baik studi kasus maupun simulasi sama-sama efektif dalam meningkatkan perubahan sikap. Studi kasus dapat mendorong pelajar untuk mengurangi kebiasaan penarikan kesimpulan secara tradisional dan mengarah kepada penarikan kesimpulan berdasarkan analisis fakta. Studi kasus dapat meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Tujuan pengamatan ini adalah untuk meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Sananwetan 03 Kabupaten Blitar pada semester 1 tahun ajaran 2007. Pengamatan ini dilakukan terhadap kelas 5 SD Negeri Sananwetan 03 Kabupaten Blitar pada mata pelajaran PKN konsep sistem pemerintahan demokrasi. Pengamatan dilaksanakan pada semester 1 ajaran 2007 subyek pengamatan berjumlah 43 siswa. Tindakan yang diberikan berupa penerapan metode studi kasus dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pokok bahasan sistem pemerintahan demokrasi. Pertanyaan disusun secara sistematis dan terencana pada setiap siklus. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pengamatan dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan pokok bahasan siswa pemerintahan demokrasi siswa kelas 5 SD Negeri Sananwetan 03 Kabupaten Blitar pada semester 1 tahun ajaran 2007. Hal ini dapat dilihat berdasarkan peningkatan rata-rata nilai test yaitu sebelum diterapkannya metode kasus rata-rata nilai test sebesar 63 97 setelah diterapkan metode kasus pada sikus 1 sebesar 77 27 dan pada siklus 2 sebesar 90 dengan adanya peningkatan rata-rata nilai test pada setiap siklus dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode studi kasus ini memenuhi indikator keberhasilan penelitian.