Skripsi
Pengaruh pertumbuhan perusahan, proksi going concern, opini audit tahun sebelumnya, dan kualitas audit terhadap pemberian opini audit going concern (Pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2006-2008) / Veronica Putri Kurniawati
Abstrak
ABSTRAK Putri Veronica. 2009. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan Proksi Going Concern Opini Audit Tahun Sebelumnya dan Kualitas Audit Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern (Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008). Skripsi. Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) DR. Nurika Restuningdiah SE M.Si Ak (2) Sri Pujiningsih SE M.Si Ak. Kata Kunci opini audit going concern pertumbuhan perusahaan proksi going concern opini audit tahun sebelumnya kualitas audit regresi logistik. Going concern merupakan asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Asumsi ini mengharuskan perusahaan secara operasional memiliki kemampuan mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern). Kelangsungan hidup suatu perusahaan merupakan suatu hal yang diutamakan oleh para pemilik kepentingan. Kelangsungan hidup usaha selalu dihubungkan dengan kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan agar bertahan dalam persaingan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh antara pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan laba usaha proksi going concern yang merupakan rasio likuiditas (Current Ratio dan Quick Ratio) rasio profitabilitas (Return on Assets dan Net Profit Margin) dan rasio aktivitas (Fixed Assets Turnover Total Assets Turnover dan Inventory Turnover) opini audit tahun sebelumnya dan kualitas audit terhadap pemberian opini audit going concern. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapat sampel yang digunakan sebanyak 99 perusahaan. Kemudian sampel tersebut dikelompokkan dalam dua kategori berdasarkan jenis opini audit yang diterimanya yaitu auditee yang menerima opini audit going concern dan auditee dengan opini audit non going concern dan berdasarkan reputasi Kantor Akuntan Publik yang mengauditnya yaitu auditee yang diaudit oleh KAP yang termasuk the Big Four Firm dan kategori yang bukan termasuk The Big Four Firm. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi Logistik. Hasil pengujian membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan (dengan proksi pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan laba) dan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini audit going concern. Untuk variabel proksi going concern dengan tujuh rasio keuangan yang diteliti hanya tiga rasio yang berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini audit going concern yaitu Current Ratio Quick ratio dan Net Profit Margin sedangkan empat rasio yang lain tidak berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Saran bagi peneliti yang akan melakukan penelitian dengan topik yang serupa di masa yang akan datang diharapkan dapat memperpanjang periode penelitian dan menambah populasi penelitian sehingga dapat mengetahui kecenderungan auditor dalam menerbitkan opini audit going concern.