Tugas Akhir
Upaya peningkatan prestasi belajar matematika dengan metode Tutor sebaya pada siswa kelas V SDN Rembang 1 kota Blitar / Endang Nanik Suprihani
Abstrak
Pengembangan mutu pendidikan dalam proses belajar mengajar harus mampu memilih dan menerapkan berbagai pendekatan dan metode untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kualitas prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika dengan nilai rata-rata di bawah 60 mencapai 58 9 %. Padahal nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran matematika siswa kelas V SDN Rembang I Kota Blitar adalah 65. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba untuk menangani masalah rendahnya prestasi belajar dan keaktifan belajar siswa. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode tutor sebaya. Metode tutor sebaya memberikan kesempatan siswa yang telah tuntas belajar untuk memberikan bantuan kepada teman sebayanya sehingga tidak akan canggung bertannya bila ada yang kurang jelas. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui upaya peningkatan prestasi belajar matematika dengan metode tutor sebaya (2) untuk mengetahui apakah penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika (3) untuk mengetahui apakah penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas V SDN Rembang 1 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu (1) tahap perencanaan tindakan (2) tahap pelaksanaan tindakan (3) tahap observasi (4) tahap refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Rembang 1 Kota Blitar. Sedangkan data yang diperoleh berupa hasil tes uji kompetensi dan lembar observasi kegiatan belajar kelompok Dari hasil analisis data penelitian pembelajaran matematika dengan penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti dari 17 siswa 16 siswa (94%) telah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 65 meskipun ada 1 (6%) siswa yang belum mencapai ketuntasan individu. Namun demikian nampaknya masih sangat diperlukan upaya-upaya lebih lanjut dalam memperdayakan keaktifan dan prestasi belajar siswa di sekolah tersebut. Guru diharapkan dalam menyampaikan materi tidak hanya dengan keterangan lisan dan monoton melainkan juga dengan menggunakan metode pembelajaran yang variatif. Selain itu diharapkan model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika karena dengan metode ini siswa menjadi lebih aktif berfikir dan berbuat selama kegiatan belajar mengajar.