Tugas Akhir
Peningkatan motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA DENGAN METODE pembelajaran penemuan (DISCOVERY) siswa kelas III SDN ARDIREJO 02 KEPANJEN MALANG./Susana Eka Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Susana Eka. 2009. Peningkatan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep IPA dengan Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Siswa Kelas III SDN Ardirejo 02 Kepanjen Malang Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi jurusan Kependidikan sekolah dasr dan Prasekolah FIP Universitas Negeri malang. Pembimbing Dr. Lia Yuliati M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Penemuan (Discovery) Peningkatan Motivasi Belajar Penguasaan Konsep IPA. Paradigma lama dalam mengajar rupanya masih melekat cukup kuat pada diri para guru di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan kegagalan guru dalam mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan. Begitu pula apa yang dialami penulis dimana sebagai guru juga mengalami hambatan dalam pemahaman konsep IPA. Dimana rata-rata nilai IPA hanya mencapai 5 8 yang masih dibawah batas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan dengan nilai 6 5. Pada kenyataan di lapangan guru merasakan siswa merasa kesulitan menerima pembelajaran dan kurang memahami apa yang diajarkan guru. Akibatnya akan menghilangkan minat belajar siswa sehingga muncul kejenuhan siswa di dalam kelas yang pada akhirnya membawa masalah baru seperti sulitnya pengelolaan kelas karena siswa bermain sendiri bicara sendiri atau sering ijin ke kamar kecil hanya untuk menghilangkan kejenuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep IPA dan juga mengetahui motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan (observasi) dan soal-soal tes. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana guru sebagai peneliti. Data yang dideskripsikan meliputi data kegiatan pemeblajaran data hasil observasi keaktifan siswa data hasil observasi prestasi siswa dan data obsevasi pembelajaran Discovery. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Ardirejo 02 Kepanjen Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keaktifan siswa cukup baik. Pada siklus I ada 27 siswa (81 81%)memperoleh nilai 8805 65 yang dapat dikatakan tuntas belajar dan 6 siswa (18 18%) memperoleh 8804 65 yang dikatakan tidak tuntas belajar. Sedangkan pada siklus II (96 96%) memperoleh nilai 8805 65 sebanyak 32 siswa dan dikatakan telah tuntas belajar tetapi ada 1 siswa (3 03%) memperoleh nilai 8804 65 dan dikatakan tidak tuntas belajar. Nilai tertinggi 100 sedangkan nilai terendah 60. Dari data nilai tes tersebut diperoleh rata-rata 83 94. Nilai ini lebih tinggi dari nilai rata-rata yang ditetapkan. Selama proses pembelajaran berlangsung telah menggunakan metode Penemuan (Discovery) pada tiap pertemuan. Keaktifan dalam pembelajaran meningkat. Prestasi Belajar siswa mengalami peningkatan setelah menerapkan pembelajaran Penemuan (Discovery).