UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Peningkatan hasil belajar matematika tentang perkalian melalui pendekatan kooperatif learning metode pemecahan masalah siswa kelas III SDN Tembokrejo I Pasuruan / Sri Rahayu Hartatik

Hartatik, Sri Rahayu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Perkalian Melalui Pendekatan Cooperative learning Metode Pemecahan Masalah Siswa Kelas III SDN Tembokrejo I Pasuruan. Oleh Sri Rahayu Hartatik Kata Kunci Pendekatan Cooperative Learning Pemecahan Masalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah. Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut 1) Bagaimanakanh penerapan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas III SDN Tembokrejo I Pasuruan dalam pembelajaran matematika 2) Bagaimanakah penerapan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang perkalian siswa kelas III SDN Tembokrejo I Pasuruan 3) Apakah dengan menggunakan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III SDNTembokrejo I Pasuruan Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Tembokrejo I Pasuruan sebanyak 25 orang siswa. Penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal yang bertujuan untuk memperoleh gambaran awal kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan perkalian yang hasilnya bilangan tiga angka. Dari 25 orang siswa hasil tes diperoleh nilai rata-rata 52 dengan perincian nilai sebagai berikut 1 orang siswa memperoleh nilai 100 5 orang siswa memperoleh nilai 80 9 orang siswa memperoleh nilai 60 3 orang siswa memperoleh nilai 40 dan 7 orang memperoleh nilai 20. Pada kompetensi dasar di atas telah ditentukan KKM nya 70 artinya siswa dikatakan tuntas belajarnya apabila telah memperoleh nilai minimal 70. Dari hasil tes dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas belajar 6 orang siswa (24% ) sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 19 orang siswa (76% ). Sehingga pembelajaran dikatakan belum berhasil. Perbaikan yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan (1 ) Hasil observasi aktivitas siswa siklus I adalah 74 6 % dengan kategori baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II adalah78 7 %. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 4 1 % secara keseluruhan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dikategorikan baik. Pada penilaian proses untuk siklus I adalah kualifikasi amat baik ada 3 orang siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 12 orang siswa dan kualifikasi cukup ada 10 orang siswa. Pada siklus II diperoleh kualifikasi amat baik ada 6 orang siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 18 orang siswa dan kualifikasi cukup ada 1 orang siswa. Pada penilaian hasil untuk siklus I adalah nilai rata-rata76 8. Siswa yang tuntas belajar 15 orang siswa sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 10 orang siswa. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 84 8 siswa yang tuntas belajar 25 orang siswa (100 % ). Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sebelum penerapan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah jauh dari kriteria keberhasilan yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi peneliti pada pra tindakan. Pada pra tindakan diperoleh nilai rata-rata 49 6 19 siswa belum mencapai ketuntasan belajar dan 6 siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 76 8 15 siswa belum mencapai ketuntasan belajar dan 10 siswa mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 84 8 25 siswa (100%) mencapai ketuntasan belajar. Disimpulkan bahwa hasil belajar sebelum penerapan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah perlu adanya peningkatan. Hasil belajar setelah penerapan pendekatan cooperative learning metode pemecahan masalah dikatakan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi siswa selama tindakan pada siklus I dan siklus II.


Informasi Detail
DDC
Rp 372.7044 HAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi PJJ S1 PGSD, 2010.
Deskripsi Fisik
viii, 154 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01266/KI/10
Edisi
Tugas Akhir (Sarjana) --Universitas Negeri Malang. 2010
Subjek
1. MATEMATIKA (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR
2. MATEMATIKA (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pembimbing
1. Sri Harmini
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik