Tugas Akhir
Penerapan metode experimen untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 sekolah dasar negri bendogerit 2 kota blitar./Tri harjani
Abstrak
ABSTRAK Harjani Tri. 2010. Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Bendogerit 2 Kota Blitar. Penelitian Tindakan Kelas. PJJ S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Wayan Sutama M. Pd Kata kunci Metode eksperimen hasil belajar matematika Proses pembelajaran melibatkan keseluruhan potensi psikis dan fisik peserta didik. Maka dari itu pembelajaran harus berpusat pada peserta didik yang sesuai dengan karakteristik masing-masing. Di samping itu dalam pembelajaran seorang pendidik harus dapat menggunakan multimetode untuk pengorganisasian kelas yang bervariasi. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode eksperimen. Sebab metode eksperimen ini menuntut siswa untuk lebih aktif sehingga dapat merangsang potensi daya fikir siswa serta kreativitas daya nalar mereka. Dengan demikian siswa menjadi termotivasi dalam belajar sehingga dapat mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Bendogerit 2 Kota Blitar (2) untuk mendeskripsikan apakah metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Bendogerit 2 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu (1) tahap perencanaan tindakan (2) tahap pelaksanaan tindakan (3) tahap observasi (4) tahap refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Bendogerit 2 Kota Blitar. Sedangkan data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi dan lembar obeservasi kegiatan belajar mengajar. Hasil dari keseluruhan analisis menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari nilai rata-rata 59 25 pada pra-tindakan naik menjadi 65 50 pada siklus I dan 75 00 pada siklus II. Adapun ketuntasan belajar siswa pada pra tindakan adalah 55% pada siklus I meningkat menjadi 80% kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 95%. Berdasarkan hasil analisis di atas guru diharapkan bisa menyampaikan materi dengan cara yang variatif tidak hanya dengan keterangan lisan melainkan juga dengan menggunakan eksperimen dengan benda-benda kongkrit agar siswa bisa memahami materi dengan baik. Selain itu diharapkan model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika karena dengan metode ini siswa menjadi lebih aktif berfikir dan berbuat selama kegiatan belajar mengajar.