Tugas Akhir
Peningkatan hasil belajar matematika melalui pemberian tugas tambahan siswa kelas II SD Negeri Kepanjenlor 3 Blitar / Sri Indrayaningsih
Abstrak
Hasil pengamatan di SDN Kerjen kelas V pada mata pelajaran matematika siswa belum memahami cara dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya belajar matematika merupakan belajar untuk memecahkan suatu masalah. Oleh sebab itu pembelajaran matematika hendaknya di mulai dengan pengenalan suatu masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang sesuai dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melatih memecahkan suatu permasalahan yaitu dengan menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan pembelajaran berbasis masalah soal cerita kelas V tentang pecahan di SDN Kerjen Kabupaten Blitar (2) Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar pada soal cerita siswa kelas V tentang pecahan di SDN Kerjen Kabupaten Blitar Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis masalah pada soal cerita kelas V di SDN Kerjen Kabupaten Blitar. (2) Mendeskripsikan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar soal cerita siswa kelas V di SDN Kerjen Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan desain penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian ini adalah kolaboratif dimana penulis bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengamat dalam kegiatan belajar mengajar yang di bantu guru kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dalam memecahkan suatu masalah dan hasil belajar siswa. Rata-rata keterampilan dalam memecahkan masalah pada pra tindakan mencapai 11.4% meningkat menjadi 66.4% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 77%. Sedangkan hasil belajar yang di peroleh setelah kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar pada pra tindakan adalah 58.2% meningkat menjadi 68.4% pada siklus I dan pada siklus II meningkatan menjadi 80.4%. Sedangkan ketercapaian belajar secara klasikal pada pra tindakan 37.04% meningkat menjadi 62.96% dan pada siklus II meningkat menjadi 85.2%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kerjen Kabupaten Blitar. Dalam membelajarkan siswa guru disarankan menciptakan pembelajaran dengan menghadirkan suatu permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan.