Tugas Akhir
Meningkatkan kemampuan penggunaan KPK dan FPB siswa kelas IV SDN.PAKUNDEN 2 KOTA BLITAR melalui pendekatan koopertif model stad./Puji Rahayu
Abstrak
ABSTRAK Rahayu Puji. 2010. Peningkatan Kemampuan Penggunaan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pakunden 2 Kota Blitar Melalui Pendekatan Kooperatif Model STAD (Student Team Achievement Division). E- Tugas Akhir. Jurusan KSDP Program Studi PJJS-1 PGSD Falkutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Heru Agus Triwidjaya M.Pd. Kata Kunci Pendekatan kooperatif penggunaan KPK dan FPB Saat ini Sekolah Dasar Negeri Pakunden 2 Kota Blitar telah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Beberapa pendekatan pembelajaran telah diterapkan antara lain diskusi ceramah tanya jawab eksperimen pemberian tugas proyek dan kooperatif namun dalam pelaksanaannya belum semuanya diterapkan dengan baik karena kurang mencerminkan hakekat pembelajaran matematika pembelajaran masih berpusat pada guru. Selain itu dalam pelaksanaan beberapa pendekatan siswa masih mengalami kesulitan menerima materi terutama mata pelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut maka dicoba diterapkan pendekatan kooperatif model STAD. Dalam pembelajaran kooperatif siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan teman-temannya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri mendengar pendapat temannya dan bersama-sama membahas permasalahan yang dihadapi sedangkan guru memberi bimbingan dan memotivasi. Pendekatan kooperatif dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik yaitu menumbuhkan sikap tolong menolong bekerjasama dan menghargai orang lain. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Pakunden 2 Kota Blitar mulai bulan Oktober sampai Desember 2009. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kemampuan penggunaan KPK dan FPB dalam menyelesaikan masalah hitung pecahan dan masalah kehidupan sehari-hari siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pakunden 2 Kota Blitar Hasil belajar siswa dilakukan dengan menggunakan analisis apabila nilai siswa diatas KKM yang ditentukan dan ketuntasan klasikal 75 % maka pembelajaran dinyatakan tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan penggunaan KPK dan FPB dalam menyelesaiakan operasi hitung pecahan dan masalah kehidupan sehari-hari yaitu nilai rata-rata 58 78 pada pra tindakan menjadi 63 93 pada siklus 1 dan 74 54 pada siklus 2. Selin itu juga terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari 36 % pada pra tindakan menjadi72 % pada siklus 1 dan 96 % pada siklus 2