Tugas Akhir
Penerapan model role-playing untuk meningkatkan pemahaman kedisiplinan tema kehidupan sehari-hari siswa kelas 2 SDN Kauman 3 kecamatan Klojen kota Malang / Harnanik
Abstrak
ABSTRAK Harnanik. 2010. Penerapan metode Role-Playing untuk meningkatkan pemahaman kedisiplinan tema kehidupan sehari-hari siswa kelas 2 SDN Kauman 3 Kecamatan Klojen Kota Malang. Penelitian Tindakan Kelas. SDN Kauman 3 Klojen Kota Malang. Kata Kunci Metode Role-Playing Kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan metode Role-Playing dalam pembelajaran di SD mendeskripsikan pemahaman siswa tentang pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari mendeskripsikan dampak penggunaan metode role playing terhadap pembelajaran kreativitas dan daya pikirnya mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan matode role-playing dan mendeskripsikan usaha dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan metode role- playing siswa kelas 2 SDN Kauman 3. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) rancangan 2 siklus. Langkah PTK ini meliputi 2 siklus masing- masing siklus dilaksanakan dalam 2 hari. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai kriteria ketuntasan sebesar 70 % dari jumlah keseluruhan subyek penelitian dengan rata-rata skor minimal 75. Subyek penelitian adalah siswa kelas 2 SDN Kauman 3 Kecamatan Klojen Kota Malang yang berjumlah 23 anak. Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa lembar observasi (pengamatan) untuk mengamati kegiatan siswa catatan lapangan LKS studi dokumentasi dengan hasil tes dan foto-foto pada saat pembelajaran serta lembar evaluasi untuk menilai pemahaman siswa terhadap konsep keluarga. Hasil penelitian menunjukkan (a) pelaksanaan pembelajaran role- playing pada siklus I masih banyak kekurangan. Kekurangannya yaitu masih ada beberapa siswa yang merasa malu untuk bermain peran di depan kelas sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik. Pada siklus II diberi perbaikan sehingga pemahaman siswa dan keberanian siswa dalam bermain peran di depan kelas menjadi meningkat. (b) model pembelajaran tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kedisiplinan dari skor rata-rata pre tes 51 7 menjadi 61 3 pada siklus I dan pada siklus II menjadi 80 4 (c) model pembelajaran role-playing dapat meningkatkan keaktifan kerjasama keberanian dan rasa senang siswa dalam belajar. Jumlah siswa yang aktif dalam belajar meningkat dari 55% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II. Kerjasama siswa dari 51% pada siklus I meningkat menjadi 70% pada siklus II. Keberanian siswa juga mengalami peningkatan dari 49% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II. Serta rasa senang dalam belajar siswa juga meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pertama pembelajaran tematik dengan metode role-playing dapat dilaksanakan dengan baik untuk mengajarkan tentang kedisiplinan. Yang kedua penggunaaan metode role-playing dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari siswa kelas 2 di SDN Kauman 3 yang iv ketiga adalah dampak penggunaan metode role-playing dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan keaktifan kerjasama keberanian dan rasa senang siswa dalam belajar. Yang keempat adalah usaha untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan metode role playing pada pembelajaran kedisiplinan yaitu memotivasi memberi kesempatan dan selalu memberi bimbingan supaya siswa terampil dan berani dalam bermain peran. Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diberikan saran kepada (a) guru agar menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran role-playing dalam kegiatan belajar mengajar dengan tema-tema yang lain ataupun bagi peneliti lain (b) bagi kepala sekolah agar selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada guru-guru untuk menerapkan pembelajaran role-playing dalam pembelajaran.