Tugas Akhir
Upaya peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan kooperatif model tutor sebaya pada siswa kelas V SDN Kauman 2 kota Blitar / Seger Hariyanto
Abstrak
Pendekatan kooperatif merupakan pendekatan yang mengutamakan kerjasama diantara siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran.. Kemampuan anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dikembangkan secara optimal melalui belajar kelompok sehingga membentuk kreativitas dan meningkatkan hasil belajar. Model tutor sebaya adalah model pembelajara yang menggunakan jasa seorang tutor sebaya untuk memimpin kelompoknya dalam belajar dan menjembatani antara siswa dan guru. Jadi Pembelajaran kooperatif model tutor sebaya adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep menggunakan jasa seorang tutor sebaya dalam belajar dan menjembatani antara siswa dan guru. Namun pelaksanaan belajar kelompok di SDN Kauman 2 Kota Blitar masih belum seperti yang diharapkan. Secara umum belajar kelompok menjadi belajar individual dengan cara bebas dengan duduk berkelompok. Belajar dengan model duduk berkelompok tentulah bukan belajar kelompok yang sesungguhnya. Namun belajar dengan model seperti ini sering terjadi pada saat guru berhalangan hadir di depan kelas. Pada jam-jam kosong seperti inilah model belajar kelompok semua tadi diadakan. Anak belajar sendiri sementara guru kelasnya tidak ada di dalam kelas. Haruskah dirangkap guru kelas lain Guru kelas lain ternyata cukup sibuk mengelola kelasnya sendiri sehingga memberi tugas belajar kelompok model seperti itu dirasa cukup memadai. bagaimana mungkin tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan cara demikian Para peneliti ( dalam penelitian ini ) beranggapan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif model tutor sebaya merupakan jawaban bagi kendala tadi. Tutor sebaya yang telah mendapatkan pembinaan secara khusus dapat bertindak sebagai pengelola pemimpin dalam belajar sekaligus menjadi pengantara guru dan murid. Langkanya pengadaan tutor sebaya di sekolah dasar mendorong peneliti untuk menjawab dan membuktikan masalah yang telah dirumuskan bersama. Kegiatan penelitian pada siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan (2x35 menit) targetnya adalah hasil belajar IPA siswa kelas V dapat ditingkatkan. Langkah-langkah kegiatanya diawali dengan apersepsi kemudian siswa dibagi menjadi 5 kelompok untuk membahas permasalahan akhir kegiatan diadakan test formatif. Kegiatan penelitian pada siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan (2x35 menit). Targetnya adalah hasil belajar IPA dapat lebih ditingkatkan. Langkah-langkah kegiatannya diawali dengan persepsi kemudian semua siswa membahas permasalahan dengan menggunakan pendekatan kooperatif model tutor sebaya akhir kegiatan diadakan test formatif Kesimpulan yang dapat di tarik dari hasil penelitian ini adalah (1) melalui penerapan pendekatan kooperatif model tutor sebaya dengan menggunakan siklus belajar dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar IPA kelas V semester I di SDN Kauman 2 Kota Blitar yang ditunjukkan hasil observasi/kegiatan lapangan. (2) Pendekatan kooperatif model tutor sebaya dapat peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V semester I di SDN Kauman 2 Kota Blitar yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dalam setiap siklus yaitu pra tindakan (36 8%) siklus I (68 4%) dan siklus II (78 9%). (3) Pendekatan kooperatif model tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas V dalam belajar IPA semester I di SDN Kauman 2 Kota Blitar yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata dalam penilaian proses siswa pada setiap siklus (pra tindakan 56 7 siklus I 61 5 siklus II 76 2).