Tugas Akhir
Peningkatan pembelajaran matematika tentang pembagian melalui pemberdayaan kooperatif model jigsaw di SDN Sukorejo 3 Kota Blitar / Budi Suryanto
Abstrak
ABSTRAK Suryanto Budi (2010) Peningkatan Pembelajaran Matematika Tentang Pembagian Melalui Pemberadayaan Kooperatif Model Jigsaw Di SDN Sukorejo 3 Kota Blitar. Skripsi model PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Program S1 PJJ S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Sukamti M.Pd. Kata kunci pembagian matematika kooperatif jigsaw Pembagian merupakan salah satu dari keragaman pokok materi mata pelajaran matematika yang memiliki karakteristik logis abstrak dan faktual. Pengembangannya mengarah pada aspek kecerdasan berfikir kritis pasti dan rasional. Hal ini berdampak pada upaya pengembangan potensi intelektual siswa. Namun kenyataan dilapangan ditemukan bahwa sebagian besar dari jumlah siswa kemampuannya masih di bawah standar Ketuntasan Kemampuan Minimal (KKM) sebesar (60) baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Temuan ini menjadi masalah tersendiri. Sehingga perlu cara tepat dalam proses pembelajaran. Ternyata model jigsaw menjadi salah satu solusinya. Karena pembelajaran model jigsaw mendorong aktivitas-aktivitas kooperatif bagi siswa sehingga tercipta bentuk pembelajaran yang lebih bermakna. Karena model jigsaw mendorong siswa untuk melakukan aktivitas. Tujuan model jigsaw selain memotivasi aktivitas siswa yang lebih kooperatif juga ingin diketahui apakah pembelajaran model jigsaw efektif dilakukan Bagaimana bentuk pemberdayaan kooperatif sehingga dapat meningkatkan kualitas dan hasil. Setelah sejumlah data dengan teknik observasi wawancara dan tes terkumpul dan dianalisa dengan teknik deskriptif kualitatif berdasarkan prinsip triangulasi data yang valid maka diperoleh simpulan-simpulan sebagai jawaban permasalahan. Diperoleh kesimpulan ternyata bahwa melalui pemberdayaan kooperatif model jigsaw (87%) merespon positif dalam aktivitas belajar. Semangat belajar meningkat (93%) ketuntasan belajar hingga (64%). Hal ini berarti bahwa pebelajaran model jigsaw efektif dilaksanakan karena mampu meningkatkan suasana belajar lebih bermakna. Dengan demikian bahwa strategi pembelajaran efektif ditumbuhkankembangkan. Disarankan agar guru jeli untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran matematika diantaranya tentang pembagian. Selanjutnya dicari cara strategis penyelesaiannya semisal model jigsaw.