Tugas Akhir
Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III tentang pecahan sederhana melalui manipulasi benda konkret di UPT SDN Panggungrejo Kota Pasuruan / Lik Anah
Abstrak
ABSTRAK Lik anah 2009 Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III tentang pecahan sederhana melalui manipulasi benda konkret di UPT SDN Panggungrejo Kota Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan KSDP. Program PJJ-S1 PGSD. Pembimbing Sri Harmini M.Pd Kata Kunci pecahan sederhana manipulatif benda konkret aktivitas siswa. Pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar mempunyai peranan yang sangat penting. Sebab jenjang ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap kecerdasan dan kepribadian anak yang akan digunakan dalam kehidupan sehari hari maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut 1. Untuk mendapatkan data empiris tentang pembelajaran siswa kelas 3 SDN Panggungrejo khususnya pada pembelajaran matematika pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret 2. Untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran matematika pada pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret. 3. Untuk mendapatkan data empiris tentang peningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 SDN Panggungrejo khususnya pada pembelajaran matematika pokok bahasan mengenal pecahan sederhana dengan menggunakan manipulasi benda konkret Penanaman konsep pecahan pada anak kelas III sekolah dasar dengan manipulasi benda konkret dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut Kita akan menunjukkan contoh bahwa 1 2 4 dengan menggunakan 3 lembar kertas yang berbentuk persegipanjang Dalam Perbaikan Pembelajaran ini dilakukan di UPT SDN Panggungrejo yang terletak di Jl. Letjen S.Parman No. Kecamatan bugul Kidul Kota Pasuruan. Secara geografis sekolah ini terletak di daerah pinggir pantai ( 3 kilometer dari pusat kota ). Dengan mata pencaharian penduduk sekitar adalah nelayan kebanyakan masyarakatnya kurang mampu dan tingkat kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak kurang. Hasil pengolahan tes formatif siklus II yang dibandingkan dengan siklus I serta kriteria ketuntasan minimal didapatkan adanya peningkatan dari siklus I rata-rata nilai 6 15. Setelah diadakan perbaikan pembelajaran nilai rata-rata menjadi 7 95. Nilai perbaikan siklus II dapat melampaui kriteria ketuntasan minimal yaitu 6 5. Sedangkan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar dari siklus I 50% terjadi peningkatan menjadi 95% yang telah melebihi harapan peneliti Dalam pembelajaran hendaknya selalu menggunakan alat peraga yang lebih berfariatif dan menarik diharapkan dapat menarik perhatian siswa dalam belajar merencanakan penggunaan fasilitas pembelajaran secara sistematis dan terarah sehingga akan berfungsi sebagaimana mestinya dan agar suasana tidak tegang berilah sedikit humor dari guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan