Skripsi
Peranan MGMP pendidikan kewarganegaraan (Pkn) dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang / Sudirman
Abstrak
ABSTRAK Sudirman. 2009. Peranan MGMP Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru SMA di Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Suparlan M. Si Pembimbing (II) Drs. H. Edi Suhartono SH. M. Pd Kata Kunci MGMP Profesionalisme Guru Pendidikan Kewarganegaraan. Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional khususnya di bidang pendidikan sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan profesional. Guru profesional akan menghasilkan proses dan hasil pendidikan yang berkualitas dalam rangka mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas dan kompetitif sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Oleh karena itu peningkatan kemampuan profesional guru harus segera dilakukan. Salah satu terobosan yang sedang dilakukan adalah pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). MGMP merupakan suatu wadah yang disediakan bagi para guru mata pelajaran sejenis untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam upaya peningkatan kualitas profesionalnya. Untuk mewujudkan peran MGMP dalam pengembangan profesionalisme guru maka peningkatan kinerja MGMP merupakan masalah yang mendesak untuk dapat direalisasikan. Demikian halnya dengan MGMP PKn SMA yang ada di Kota Malang. Peranan MGMP PKn SMA Kota Malang sebagai wadah bagi guru PKN untuk meningkatkan profesionalnya harus segera direalisasikan. Oleh karena itu penulis mengangkat judul Peranan MGMP dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru PKn SMA Kota Malang untuk kembali mempertegas eksitensi MGMP sebagai organisasi profesi yang benar-benar mampu meningkatkan profesionalisme guru. Berdasarkan permasalahan yang dijabarkan di atas ditarik suatu rumusan masalah yaitu (1) bagaimana eksistensi MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang (2) mengapa MGMP PKn harus berperan serta dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang (3) apa kendala yang dihadapi MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang (4) bagaimana upaya memecahkan masalah MGMP PKn dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mendiekripsikan eksistensi Musyawarah MGMP PKn dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang (2) mendeskripsikan alasan MGMP harus berperan serta dalam meningkatkan profesionalisme guru PKn SMA di Kota Malang (3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi MGMP dalam berperanserta meningkatkan profesionalisme guru PKn SMA di Kota Malang (4) mendeskripsikan upaya memecahkan masalah yang dihadapi MGMP PKn dalam meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dasar teori fenomenologis. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu berusaha mengungkapan dan menelaah kasus yang terjadi pada MGMP PKn Kota Malang dalam meningkatkan profesionalisme guru PKn. Dalam penelitian ini lokasi penelitian ditetapkan di Organisasi MGMP Pkn SMA di Kota Malang. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Sedangkan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap persiapan penelitian tahap pelaksanaan tahap pelaporan Dari hasil penelitian diketahui bahwa MGMP PKn SMA Kota Malang pada pengurusan periode 2006-2009 dapat dikatagorikan sebagai organisasi yang aktif. Kegiatan yang direncanakan mampu dilaksanakan dengan baik berupa kegiatan rutin maupun kegiatan pengayaan. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya (1) pembahasan perangkat pembelajaran berupa (silabus dan RPP) (2) model-model pembelajaran (3) media pembelajaran. Sedangkan kegiatan pengayaan yang dilakukan MGMP PKn Kota Malang diantaranya (1) Studi banding ke Jakarta (2) Studi banding ke Yogyakarta (3) studi banding ke Surabaya (4) kunjungan Dubes Finlandia dan (5) Lomba Cerdas Cermat Keterlibatan di forum MGMP PKn SMA Kota Malang berdampak pada baiknya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar ditunjukkan dari baiknya kemampuan guru dalam mempersiapkan melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran. Baiknya kemampuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran ditunjukkan dari pengetahuan guru tentang garis-garis besar program pengajaran secara baik serta kemampuan guru dalam menyusun analisis materi pengajaran menyusun program pengajaran tahunan menyusun program semester membuat rencana pembelajaran memahami tujuan pengajaran yang hendak dicapai serta mempersiapkan alat evaluasi untuk penilaian guna mencapai tujuan pembelajaran secara baik pula. Namun MGMP PKn Kota Malang tidak mendapatkan alokasi dana dari pemerintah. Sehingga untuk membiayai kegiatan dan operasional organisasi diperoleh dari sumbangan anggota. Kondisi keuangan yang sulit menjadikan MGMP PKn Kota Malang kesulitan dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang peningkatan profesionalsme guru. Solusi yang dilakukan untuk mensiasati kesulitan dana dengan mencari sponsor terhadap perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi. Solusi lain yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan universitas-universitas yang ada di Kota Malang. Saran dalam skripsi ini sebagai berikut (1) bagi pemerintah perlu adanya dukungan dana terhadap MGMP dan pemberian penghargaan (2) bagi universitas-universitas yang ada di Kota Malang untuk menjalin kerjasama dan akses networking dengan para anggota MGMP pengarahan dan pembinaan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi (3) bagi mahasiswa perlu ditingkatkan kajian yang mendalam mengenai MGMP (4) bagi guru PKn sebagai anggota MGMP harus terus meningkatkan keaktifannya dalam forum-forum MGMP (5) bagi kepala sekolah harus lebih aktif dalam mengawasi dan mendorong guru PKn untuk aktif dalam forum MGMP.